PIXNET Logo登入

蔗尾蜂房

跳到主文

羅浩原現代詩工作室

部落格全站分類:藝文情報

  • 相簿
  • 部落格
  • 留言
  • 名片
  • 5月 02 週二 201708:43
  • Taufiq Ismail, "橫濱站的一位老腳伕"


橫濱站的一位老腳伕
--Taufiq Ismail (1935- ),羅浩原 譯
橫濱站的一位老腳伕
當日間的特快車從首都開來
他身軀微彎站在月台前
頸上搭著條小毛巾
百餘位乘客一個挨一個走下車廂
在泛著光澤的車窗上舞動著
他看了我良久之後
便將手伸向我的行李
那是在八月夏季
空氣很潮濕,一點風也沒有
他擦著前額謝絕了鈔票:
「我曾在三寶壟待過」
很有禮貌地說了再見後
他走回磚造的車站
穿著白汗衫與白步鞋
他的臉孔頓時顯得十分蒼老
上了船後不知為何想起了我堂兄
在三寶壟的加廷嘉樂擔任判圖官去收繳軍械
在「五日戰爭」*中被殺
那是十二年前的事了
那是在八月夏季
當中午的特快車從首都開來
橫濱站的一位腳伕
他的臉孔頓時顯得十分蒼老
1963
 
*「五日戰爭」(或稱三寶壟事件、布魯監獄屠殺事件Bulu Prison Massacre):日本在1945年8月15日宣布投降兩日後,印尼民族主義領導人蘇卡諾即宣告印尼獨立,並要求駐印尼日軍繳械,將武器轉移給印尼獨立運動民兵,得到部分日軍將領的配合。但駐守三寶壟的日軍指揮官城戶進一郎少校拒絕繳械,雙方於1945年10月14日到19日爆發武裝衝突,約有200名日本軍民在布魯監獄遭到印尼民兵殺害,隨後日軍展開報復,雙方交戰五日,造成印尼方面一、兩千人的死傷。
http://www.jendelasastra.com/dapur-sastra/dapur-jendela-sastra/lain-lain/puisi-puisi-taufiq-ismail
 
An Old Porter at Yokohama Station
--Taufiq Ismail (1935-), translated by Hao-yuan Lo
An old porter at Yokohama Station
When the mid-day express arrived from the capital
He stood slightly bent forward at the front of the platform
A small towel was hung on his neck
Hundreds of passengers one by one descended from the cabin
Dancing upon the flaring window of the train
He then reached his hand to my suitcase after staring at me
For a long while
It was summer in August
The air was very humid with no wind blowing
He wiped his forehead and rejected the money
“I used to be in Semarang”
He said goodbye to me with respect
And he went back to the brick station
In white undershirt and white shoes
Suddenly his face looked very old
On the ship for some reason I remembered my cousin
He was a map officer in Jatingaleh to disarm the forces
And got killed in the “Five-Day War”*
Twelve years ago
It was summer in August
When the mid-day express arrived from the capital
A porter at the Yokohama Station
Suddenly his face looked very old.
* “Five-Day War” (also known as Semarang Incident or Bulu Prison Massacre): After Japan’s surrender Japan's surrender on August 15th, 1945, the nationalist leader Sukarno declared Indonesian independence two days later and demanded Japanese troops surrender their arms to Indonesian independence army. Some Japanese commanders agreed but the troop led by Major Kido Shinishiro in Semarang refused to surrender their weapons. Indonesian nationalists then killed one to two hundred Japanese prisoners located at the Bulu prison, and broke into war with Kido’s troops from October 14th to October 19th, which cause about two thousand Indonesian casualties.
Seorang Kuli Tua di Setasiun Yokohama
--Taufiq Ismail (1935- )
Seorang kuli tua di setasiun Yokohama
Ketika ekspres tengah hari masuk dari ibukota
Berdiri agak terbungkuk di depan peron
Handuk kecil di lehernya
Beratus penumpang turun sepanjang ruangan
Menari dalam kilau jendela kereta
Ia pun menjamah koporku setelah menatapku
Agak lama
Hari itu musim panas di bulan Agustus
Udara sangat lembab dan angin tak bertiup
Menyeka dahi ditolaknya lembaran uang
‘Aku dulu di Semarang’
Dengan hormat diucapkannya selamat jalan
Ia pun kembali ke setasiun berbata-bata
Berkaus dan bersepatu putih
Tiba-tiba wajahnya sangat tua
Di kapal kenapa kuingat kakak sepupuku
Opsir Peta di Jatingaleh berlucut senjata
Terbunuh dalam pertempuran lima hari
Dua belas tahun yang lalu
Hari itu musim panas di bulan Agustus
Ketika ekspres tengah hari masuk dari ibukota
Seorang kuli di setasiun Yokohama
Tiba-tiba wajahnya sangat tua.
 
 
(繼續閱讀...)
文章標籤

kamadevas 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣(17)

  • 個人分類:印尼現代詩選譯
▲top
  • 5月 01 週一 201706:04
  • W.S. Rendra, "斯利堅斯克大道"


   
 斯利堅斯克大道*
--W.S. Rendra (1935-2009),羅浩原 譯
沿著斯利堅斯克大道
我拖著我的腳步
與我的無聊
在成蔭的樹影下
在點綴著花草的清潔街道上
我被我的無聊越掐越緊
於緩慢的腳步中
在斯利堅斯克大道
在長凳上
在擁吻的情侶
與讀著書的老人之間
我踩過我倦怠的身體
我踩過我的無聊
然後
當穿插著看見
牽手走過的情侶
與推著嬰兒上電車的母親
我也站在我面前看見了自己
我的倦怠與我的厭煩
很明顯這無關乎
看到別人數十朋友成群
或約會的女人時所產生的孤獨感
每個人都有其戰鬥
每個時刻都有其戰鬥
而有時我們想要孤獨一人
因為,我的魔鬼只有一個
名字是無聊!
在斯利堅斯克大道
在斯利堅斯克大道
在這特別為此準備的地方
我拖著我的腳步
與我的無聊
然後我被碾碎
在鞋底
* 斯利堅斯克大道是莫斯科有名的環狀林蔭大道的其中一段。
Sretenski Boulevard
--W.S. Rendra
Di sepanjang Sretenski Boulevard
kuseret langkahku
dan kebosananku.
Di bawah naungan pepohonan rindang
di sepajang jalan bersih dengan bunga-bungaan
kucekik kebosananku
dalam langkah-langkah yang lamban.
Di Sretenski Boulevard
di bangku panjang
di antara pasangan berciuman
dan orang tua membaca buku
kuhenyakkan tubuhku yang lesu
kuhenyakkan kebosananku.
Maka
sambil diseling memandang
pasangan yang lewat bergandengan
dan ibu mendorong bayi dalam kereta
kupandang pula di depanku
kelesuanku dan kejemuanku.
Terang bukan soal kesepian
di tengah berpuluh teman
dan wanita untuk berkencan.
Masing-masing orang punya perkelahian.
Masing-masing waktu punya perkelahian.
Dan kadang-kadang kita ingin sepi serta sendiri.
Kerna, wahai, setanku yang satu
bernama kebosanan!
Di sepanjang Sretenski Boulevard
di sepanjang Sretenski Boulevard
di tempat yang khusus untuk ini
kuseret langkahku
dan kebosananku.
Lalu kulindas
di bawah sepatu.
W.S. Rendra, Sadjak-sadjak Sepatu Tua: Dua Buah Kumpulan Sadjak, Djakarta: Pustaka Jaya, 1972, pp.20-21.
(繼續閱讀...)
文章標籤

kamadevas 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣(3)

  • 個人分類:印尼詩人W.S. Rendra作品選譯
▲top
  • 4月 29 週六 201707:06
  • W.S. Rendra, "莫斯科CHAKHALINAGARA療養院"


莫斯科CHAKHALINAGARA療養院
--W.S. Rendra,羅浩原 譯
我的心赤裸地躺在桌上
裝在盤裡
放在刀叉、湯匙旁
此際我坐在白色的椅子上
一份無法閱讀的報紙
放在我膝頭
陽台的門是打開的
可看到供植物攀爬的黑色格架
以及蒼老陳舊的天空
玻璃杯與瓷茶壺的影子
映在玻璃門上
接著我看到我自己
我洗過之後的寂寞的臉
我驕縱浮躁的心
我再等待誰?
何人或何事?
護士走來一臉驚訝
她搖搖頭說:
「同志,不吃東西嗎?」
「Lyuda,我無法下嚥
我無法吃下愛人的臉
無法配著牛奶喝下我的母親
也無法配著牛油吸嚥我妹妹的眼珠!」
她聳聳肩又問了一次
啊,她不能理解思念者的語言!
當她消失在門口
腳步輕柔地走過地毯
她將無法理解
那段時間從未凍結與停止
所有的聲音與顏色都失去了意義
乃至連夢、悲傷、痛苦與歡樂
也沒有一扇門為其敞開
1959年12月28日
Sanatorium Chakhalinagara, Moskwa
--W.S. Rendra
Hatiku terbaring telanjang di meja
di atas piring
di samping pisau, senduk, dan garpu,
selagi aku duduk di kursi putih
dengan koran tak bisa dibaca
di pangkuanku.
Pintu balkon yang terbuka
menampakkan terali yang hitam
serta langit yang tua renta.
Bayangan gelas dan teko porselin
dipantulkan kaca pintu.
Kemudian nampak pula diriku;
Wajahku yang sepi setelah dicuci,
hatiku yang rewel dan manja.
Siapa pula aku tunggu?
Siapa atau apa?
Perawat datang dengan wajah yang heran.
Ia menggelengkan kepala:
"Kamerad tak makan?
"Lyuda, aku tak bisa makan.
Tak bisa kumakan wajah kekasih
tak bisa kuminum ibuku bersama susu
dan tak bisa kuusap mata adik dengan mentega!"
Ia mengangkat bahu dan bertanya.
Ah, ia toh tak tahu bahasa rindu!
Apabila ia lenyap dart pintu
dengan langkah lunak di atas permadani
ia tak akan tahu
bahwa waktu pernah beku dan berhenti
segala bunyi dan warna tanpa makna
dan bahkan
bagi mimpi, duka, derita, maupun kebahagiaan
tak ada pintu yang membuka.
W.S. Rendra, Sadjak-sadjak Sepatu Tua: Dua Buah Kumpulan Sadjak, Djakarta: Pustaka Jaya, 1972, pp.14-15.
(繼續閱讀...)
文章標籤

kamadevas 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣(3)

  • 個人分類:印尼詩人W.S. Rendra作品選譯
▲top
  • 4月 25 週二 201708:35
  • W.S. Rendra, "莫斯科的某家餐廳"


 
莫斯科的某家餐廳
--W.S. Rendra (1935-2009),羅浩原 譯
藉由魚子醬與伏特加
我倆觸犯了十大罪
在潔白的桌布上
為寂聊的行為抹上油膏
一瓶瓶高傲的酒
與一位年輕的女性朋友
成了愈覺老邁之夜晚的裝飾
無數個撕裂的日子
被甜美地繡在了他的臉上
在欺瞞中
我倆彼此對望
她滑順的肩膀泛著青色
於燭火與燈下
擦亮的門兩旁是紅珠串扣著的簾幕
當音樂響起
我倆對時間已渾然不覺
在法國式的座椅上
我倆交換微笑
然後察覺
彼此的欺瞞
用高腳杯
兩人在罪孽中
殺著時間
值此情狀:
人類就像香菸
牛排或威士忌蘇打
面對著時間
如此的無助
1959年12月29日
W.S. Rendra, Sadjak-sadjak Sepatu Tua: Dua Buah Kumpulan Sadjak, Djakarta: Pustaka Jaya, 1972, pp.18-19.
Sebuah Restoran, Moskwa
--W.S. Rendra
Melalui caviar dan vodka
kami langgar sepuluh dosa.
Di atas kain meja yang putih
terbarut tindakan yang sia-sia.
Botol-botol anggur yang angkuh
dan teman wanita yang muda
adalah hiasan malam yang terasa tua.
Hari-hari yang nampak koyak-moyak
disulam dengan manis oleh wajahnya.
Dalarn kepalsuan
kami berdua bertatapan.
Bahunya yang halus berkilau biru
oleh cahaya lilin dan lampu.
Pintu-pintu berpolitur
dengan tirai untaian merjan.
Sementara musik berbunyi
jam berapa kami tak tahu.
Di atas kursi Prancis
kami bertukar senyum
dan tahu
masing-masing saling menipu.
Dengan gelas-gelas yang tinggi
kita membunuh waktu
dalam dosa.
Bila begini:
Manusia sama saja dengan cerutu
bistik atau pun whiski-soda
berhadapan dengan waktu
jadi tak berdaya.
(繼續閱讀...)
文章標籤

kamadevas 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣(4)

  • 個人分類:印尼詩人W.S. Rendra作品選譯
▲top
  • 4月 23 週日 201713:09
  • W.S. Rendra, "平壤牡丹峰公園"


 
 平壤牡丹峰公園
--W.S. Rendra,羅浩原 譯
我走去睡在
草叢裡
池塘邊
此時鵜鶘與樹鴨
正在游水
看吶,我正犯著罪
我走去睡在
柳樹下
蔭影裡
在這段奢侈卻空虛的時光
我走在公園裡
窺視情侶們躲在
樹林裡
吃著
烤玉米
與朝鮮蘋果
聽人唱著民歌
我的口袋裝滿了罪惡
然後我選擇此地
以草叢為床
鄰近一道老舊的牆籬
望著那紅瓦的廟宇
以及一道清風
吹向遙遠的山谷
行竊罪惡
我走去睡在
池塘邊
柳樹下
蔭影裡
罪惡把我弄得精疲力盡
1959年12月29日
Moranbong, Pyongyang
--W.S. Rendra
Aku akan tidur
di rumputan
di tepi kolam.
Sementara undan
dan belibis
berenangan.
Lihatlah, aku berdosa.
Aku akan tidur
di bawah pohon liu
yang rindang.
Dalam waktu yang mewah
tapi hampa
aku berjalan dalam taman
mengintip pasangan bersembunyi
di dalam hutan.
Sambil makan
jagung bakar
dan apel Korea
mendengarkan lagu rakyat
dinyanyikan orang.
Kantongku pun penuh dosa.
Lalu kupilihlah tempat ini.
tempat tidurku di rumputan
dekat tembok pagar yang tua
memandang kuil beratap merah
dan angin lewat
untuk pergi ke lembah yang jauh.
Mencuri dosa.
Aku akan tidur
di tepi kolam
di bawah pohon liu
yang rindang.
Aku payah oleh dosa.
29 Dec 1959
W.S. Rendra, Sadjak-sadjak Sepatu Tua: Dua Buah Kumpulan Sadjak, Djakarta: Pustaka Jaya, 1975, pp.12-13.
(繼續閱讀...)
文章標籤

kamadevas 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣(15)

  • 個人分類:印尼詩人W.S. Rendra作品選譯
▲top
  • 4月 07 週五 201708:44
  • W.S. Rendra, "高校之歌"


 
高校之歌
--W.S. Rendra (1935-2009),羅浩原 譯
學生們用手指插著女教師的陰蒂
怎麼可能發生這種事?
有可能發生
因為現在任何事都失去了準則
全都被准許,也全都不准
全憑政治氣氛
全憑君主的喜怒
全憑擺弄文字的禿鷹的利爪
女教師需要一部日本的摩托車
女教師想要聲光娛樂
女教師希望她家的屋頂不再漏水
還要保障醫生能開給她鎮靜劑、
營養劑與興奮劑
所以她對學生家長們說:
「事情我們都能安排
您的孩子們將能通過考試
讓您在鄰居間出鋒頭
讓您在兄弟間驕傲
問題在於我們得要合作
別讓我因為屋頂漏水而工作分心」
於是爸爸開心了
抓起老師的手
把錢塞進她手裡
過程中
在友善的氣氛裡
用手肘蹭了一下她的胸部
學生們窺見了這一切
這是協商、和諧與輕鬆生活
最好的教材
女教師說:
「為了讓進步順利達成
我們必須掌握工業機械
我們必須向前進,像德國
日本和美國那樣
現在,把對數表拿出來」
學生們都笑了
拿出了他們的香菸
「請守規矩
別在這抽煙
課堂是學習的地方
現在,拿出對數表!」
學生們笑著說:
「咱們不愛對數表
完全沒意義嘛!」
「你們不想進步嗎?」
「進步不是靠對數表
進步靠的是協商」
「那你們想要什麼?」
「咱們什麼都不想要
咱們全都有了」
「你們這群搗蛋鬼!」
「咱們不搗蛋
咱們不搞政治
咱們悠閒地抽抽煙
就像咱們辦公室中的父親們那樣
放輕鬆,不涉政治
跟中國協商一下
跟日本協商一下
創造愉悅的氣氛
當選舉來臨時
咱們幫忙維穩
讓各政黨安靜下來」
學生們笑著
他們很會協商
精通遊說
擅長觀察跡象
聰明地追隨局勢變化
他們坐在小賣部
喝著橘子水
逃避歷史測驗
他們在課堂上睡覺
繳的學費跟住大飯店一樣貴
學校是社交用的
遵循的模式是
受廣告所啟發的進步之夢
當女教師說:
「拿出對數表!」
學生們都笑了
然後在友善的氣氛中
他們用手指插著女教師
1977年6月2日寫於日惹
W.S. Rendra, Harry Aveling, trans., State of Emergency, Sydney & Los Angeles: Wild & Woolley, 1980, pp.24-29.
Sajak S.L.A.
--W.S. Rendra
Murid-murid mengobel* klentit ibu gurunya
Bagaimana itu mungkin ?
Itu mungkin.
Karena tidak ada patokan untuk apa saja.
Semua boleh. Semua tidak boleh.
Tergantung pada cuaca.
Tergantung pada amarah dan girangnya sang raja.
Tergantung pada kuku-kuku garuda dalam mengatur kata-kata.
Ibu guru perlu sepeda motor dari Jepang.
Ibu guru ingin hiburan dan cahaya.
Ibu guru ingin atap rumahnya tidak bocor.
Dan juga ingin jaminan pil penenang,
tonikum-tonikum dan obat perangsang yang dianjurkan oleh dokter.
Maka berkatalah ia
Kepada orang tua murid-muridnya :
“Kita bisa mengubah keadaan.
Anak-anak akan lulus ujian kelasnya,
terpandang di antara tetangga,
boleh dibanggakan pada kakak mereka.
Soalnya adalah kerjasama antara kita.
Jangan sampai kerjaku terganggu,
karna atap bocor.”
Dan papa-papa semua senang.
Di pegang-pegang tangan ibu guru,
dimasukan uang ke dalam genggaman,
serta sambil lalu,
di dalam suasana persahabatan,
teteknya disinggung dengan siku.
Demikianlah murid-murid mengintip semua ini.
Inilah ajaran tentang perundingan,
perdamaian, dan santainya kehidupan.
Ibu guru berkata :
“Kemajuan akan berjalan dengan lancar.
Kita harus menguasai mesin industri.
Kita harus maju seperti Jerman,
Jepang, Amerika.
Sekarang, keluarkanlah daftar logaritma.”
Murid-murid tertawa,
dan mengeluarkan rokok mereka.
“Karena mengingat kesopanan,
jangan kalian merokok.
Kelas adalah ruangbelajar.
Dan sekarang : daftar logaritma !”
Murid-murid tertawa dan berkata :
“Kami tidak suka daftar logaritma.
Tidak ada gunanya !”
“kalian tidak ingin maju ?”
“Kemajuan bukan soal logaritma.
Kemajuan adalah soal perundingan.”
“Jadi apa yang kaian inginkan ?”
“Kami tidak ingin apa-apa.
Kami sudah punya semuanya.”
“Kalian mengacau !”
“Kami tidak mengacau.
Kami tidak berpolitik.
Kami merokok dengan santai.
Sperti ayah-ayah kami di kantor mereka :
santai, tanpa politik
berunding dengan Cina
berunding dengan Jepang
menciptakan suasana girang.
Dan di saat ada pemilu,
kami membantu keamanan,
meredakan partai-partai.”
Murid-murid tertawa.
Mereka menguasai perundingan.
Ahli lobbying.
Faham akan gelagat.
Pandai mengikuti keadaan.
Mereka duduk di kantin,
minum sitrun,
menghindari ulangan sejarah.
Mereka tertidur di bangku kelas,
yang telah mereka bayar sama mahal
seperti sewa kamar di hotel.
Sekolah adalah pergaulan,
yang ditentukan oleh mode,
dijiwai oleh impian kemajuan menurut iklan.
Dan bila ibu guru berkata :
“Keluarkan daftar logaritma !”
Murid-murid tertawa.
Dan di dalam suasana persahabatan,
mereka mengobel ibu guru mereka.
Jogya
22 June, 1977
譯註:
*mengobel: 動詞原型kobel,用手指插入某人的陰道/肛門
Song of High School
--W.S. Rendra
The pupils are playing with their teacher’s clitoris
How dare they!
They dare
because there are no rules about anything anymore.
Everything is permitted. Everything is forbidden.
Depending on the weather.
Whether the king is happy or not.
Depending on the eagle’s claws as he sharpens his words.
The teacher wants a Japanese motor-scooter.
She wants to be amused.
She wants a house with a decent roof.
She wants a doctor,
who will prescribe vitamins, tranquillisers and stimulants.
So she tells
their parents:
“It can be arranged.
Of course they’ll pass.
You’ll be the envy of your neighbours.
The children’s grandparents will be so proud of them.
It just requires a little cooperation.
I’d have more time for them
if my roof didn’t leak.”
The daddies smile with delight.
They take the teachers by the hand
and slip them some money.
Everybody is so friendly.
It doesn’t matter if daddy’s elbow
brushes against teacher’s tits.
The pupils are very attentive.
They are learning about consultation,
arbitration, and how to be really cool.
The teacher says:
“The nation is modernising rapidly.
We must have industrial machinery.
We must be forward looking, like the Germans,
the Japanese and the Americans.
Take out your logarithm tables.”
The pupil laugh
and take out their cigarettes.
“It’s not nice to smoke in class.
Take out your logarithm tables!”
The pupils laugh and say:
“We don’t like logarithm tables.
They’re useless.”
“Don’t you want to be modern?”
“We don’t need log tables to be modern.
Consultation’s the name of the game.”
“Well, what do you want?”
“We don’t want anything.
We’ve got all we need.”
“Disobedient brats!”
“We’re not disobedient;
we don’t like politics.
We’re just smoking, really cool,
like our daddies in their offices:
cool, non-political,
consulting with China,
consulting with Japan,
making life easier.
There are too many parties
contesting the elections;
we wish things were quieter.”
The Pupils laugh.
They know all about consultation.
They know how to lobby.
They know how to predict the future
and how to relate to the present.
They sit in the canteen,
drinking orange squash,
making sure history doesn’t repeat itself.
They sleep in class.
It costs more to stay in school
than it does in a good hotel.
You meet a lot of people,
and learn how to be modern
just like in the ads.
So when the teacher says: “Take out your logarithm tables!”
the pupils laugh.
Everybody is very friendly.
The pupils are playing with their teacher.
 
(繼續閱讀...)
文章標籤

kamadevas 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣(11)

  • 個人分類:印尼詩人W.S. Rendra作品選譯
▲top
  • 4月 03 週一 201715:52
  • W.S. Rendra, "雅加達市的妓女們,團結起來!"


雅加達市的妓女們,團結起來!
--W.S. Rendra,羅浩原 譯
雅加達市的妓女們
高級的或低等的
皆被打壓著
正在悲鳴著
她們被嚇得
驚慌失措
受盡羞辱、羞慚不已
妳們或該悔不當初
卻不用從此絕望
更毋須犧牲自己
啊,雅加達市的妓女們
現在站起來吧!
梳好妳們的髮髻
因為在悔恨之後
現在輪到妳們了
——不止要自我捍衛——
還要主動出擊
因為
妳們或該悔不當初
但毋須情願犧牲自己
莎琳娜!
告訴他們
妳是怎麼被召進部長辦公室的
他是怎樣對妳長篇大論
訴說祖國的艱苦奮鬥
然後突然,連結語都還沒講
邊說妳是革命的靈感
邊解開了妳的胸罩
還有妳,妲喜瑪
告訴人民
革命領袖們全都怎樣
輪流來擁抱妳
邊說著要讓群眾富裕並點燃革命
邊濕了他們的褲子
而他們的肢體
氣喘吁吁地蹭著妳
肌肉無可自拔地抽搐著
政客與高官們
盡像是打扮整齊想續絃的鰥夫
議會與會議
沒了妳們就進行不成了
妳們永遠無法說「不」
因為害怕會餓肚子
被貧窮桎梏著
長久以來找工作總是落空
學校文憑一點都沒有用
部門主管
會給妳們機會
只要妳們肯給機會
只要妳們肯張開腿
除了政府之外
公司行號都停滯不前
沒有職缺
領袖們的革命
是眾神的革命
他們為了天堂而爭鬥
不是為了塵世
根本不會創造出
更多的工作給老百姓
妳只是他們製造的眾多失業者之一
然而
妳們或許悔不當初
卻不用從此絕望
毋須情願犧牲自己
雅加達市的妓女們
不用再羞愧
當我看到報紙
寫這群跳樑小丑怎麼打壓妳們
指控妳們是國家災難的禍源
我怒不可遏
妳們是我的朋友
我不能接受妳們這種遭遇
老天爺
跳樑小丑鼓動簧舌
信口雌黃甚至把性愛都政治化了
我的姊妹們
想要瓦解妳們
可不像瓦解一個政黨那麼簡單
他們該給妳們工作
他們該恢復妳們的地位
他們該承受責難
我的姊妹們,團結起來!
揭竿而起
將妳們的胸罩繫在竿頂揮舞吧
繞城遊行
當作是受他們羞辱的標語旗
現在輪到妳們了
告訴他們
那些個提倡打壓娼妓
卻不提倡娶從良妓女的人
根本是無理取鬧
雅加達市的妓女們
我的姊妹們
別僅僅畏懼男人
妳們輕而易舉
就能暴露出虛偽
妳們漲價兩倍
他們就會苦不堪言
罷工一個月
他們就會頭暈目眩
然後他們就會犯下通姦
對他們兄弟的妻子下手
Rendra, translated by Burton Raffel, Harry Aveling and Derwent May, Ballads and Blues: Poems, Kuala Lumpur: Oxford University Press, 1974, p.210-217.
Prostitutes of Jakarta--Unite!
--W.S. Rendra, translated by Harry Aveling
The prostitutes of Jakarta
the greatest and the least
have been crushed
hunted
They are frightened
Lost
offended and embarrassed.
Regret as you may
But don't despair
Or allow yourselves to be sacrificed.
Prostitutes of Jakarta
Arise now
Comb your hair
Having sorrowed
it is your turn
--not just to defend yourselves--
but to attack
So
Regret as you may
but do not allow yourselves to be sacrificed.
Sarinah!
Tell them
how you were called to the ministerial suite
and how he spoke long and deeply to you
about the national struggle
then suddenly--without even finishing what he was
saying,
calling you the inspiration of the revolution,
undid your bra.
And you, Dasima,
Tell the people
how all the leaders of revolution
embraced you in turn
speaking of the prosperity of the masses and the flame of revolution
while their trousers were wet
and their bodies
sprawled beside you
their bolts too rapidly shot.
The politicians and senior civil-servants
are a tight bunch of pimps
Their congresses and conferences
wouldn't go without you
You who must never say no
because of the terror of hunger
and the yoke of poverty
and your long futile search for work
School diploma were useless
The section heads
would only open the door of opportunity
if you would open your legs
And outside government were only run down businesses
with no vacancies--
The leader's revolution
was a revolution of gods
has never produced
more jobs
for the ordinary people--
You are a part of the proletariat
they have created
Still
Regret as you may
But don't despair
or allow yourselves to be sacrificed.
Prostitutes of Jakarta
Stop being ashamed
When I read in the papers
how those clowns persecute you
accuse you of being the cause of the nation's disasters
I am enraged.
You are my friends
I can't have this
God
What clownmouths
What foulmouths
They have even politicized sex.
My sisters
it is harder to put you down
than a political party
They must give you work
They must return your standing
They too must bear the weight of their mistakes.
My sisters. Unite.
Take up your sticks
Wave your bras on the ends of them
Carry them around the town in procession
waving them like flags they have disgraced.
Now it is your turn to demand
Tell them:
That recommending the persecution of prostitutes
without also recommending
marrying them
is nonsense.
Prostitutes of Jakarta
My sisters
Do not tremble before men
When quite easily
you can strip the fakes
Double your prices
let them flounder
Strike for a month
soon they will be committing adultery
with their brother's wives.
Bersatulah Pelacur-pelacur Kota Jakarta
--W.S. Rendra
Pelacur-pelacur Kota Jakarta
Dari kelas tinggi dan kelas rendah
diganyang
Telah haru-biru
Mereka kecut
Keder
Terhina dan tersipu-sipu
Sesalkan mana yang mesti kau sesalkan
Tapi jangan kau lewat putus asa
Dan kaurelakan dirimu dibikin korban
Wahai pelacur-pelacur kota Jakarta
Sekarang bangkitlah
Sanggul kembali rambutmu
Karena setelah menyesal
Datanglah kini giliranmu
Bukan untuk membela diri melulu
Tapi untuk lancarkan serangan
Karena
Sesalkan mana yang mesti kau sesalkan
Tapi jangan kaurela dibikin korban
Sarinah
Katakan kepada mereka
Bagaimana kau dipanggil ke kantor menteri
Bagaimana ia bicara panjang lebar kepadamu
Tentang perjuangan nusa bangsa
Dan tiba-tiba tanpa ujung pangkal
Ia sebut kau inspirasi revolusi
Sambil ia buka kutangmu
Dan kau Dasima
Khabarkan pada rakyat
Bagaimana para pemimpin revolusi
Secara bergiliran memelukmu
Bicara tentang kemakmuran rakyat dan api revolusi
Sambil celananya basah
Dan tubuhnya lemas
Terkapai disampingmu
Ototnya keburu tak berdaya
Politisi dan pegawai tinggi
Adalah caluk yang rapi
Kongres-kongres dan konferensi
Tak pernah berjalan tanpa kalian
Kalian tak pernah bisa bilang ‘tidak’
Lantaran kelaparan yang menakutkan
Kemiskinan yang mengekang
Dan telah lama sia-sia cari kerja
Ijazah sekolah tanpa guna
Para kepala jawatan
Akan membuka kesempatan
Kalau kau membuka kesempatan
Kalau kau membuka paha
Sedang diluar pemerintahan
Perusahaan-perusahaan macet
Lapangan kerja tak ada
Revolusi para pemimpin
Adalah revolusi dewa-dewa
Mereka berjuang untuk syurga
Dan tidak untuk bumi
Revolusi dewa-dewa
Tak pernah menghasilkan
Lebih banyak lapangan kerja
Bagi rakyatnya
Kalian adalah sebahagian kaum penganggur yang mereka ciptakan
Namun
Sesalkan mana yang kau kausesalkan
Tapi jangan kau lewat putus asa
Dan kau rela dibikin korban
Pelacur-pelacur kota Jakarta
Berhentilah tersipu-sipu
Ketika kubaca di koran
Bagaimana badut-badut mengganyang kalian
Menuduh kalian sumber bencana negara
Aku jadi murka
Kalian adalah temanku
Ini tak bisa dibiarkan
Astaga
Mulut-mulut badut
Mulut-mulut yang latah bahkan seks mereka perpolitikkan
Saudari-saudariku
Membubarkan kalian
Tidak semudah membubarkan partai politik
Mereka harus beri kalian kerja
Mereka harus pulihkan drajat kalian
Mereka harus ikut memikul kesalahan
Saudari-saudariku. Bersatulah
Ambillah galah
Kibarkan kutang-kutangmu dihujungnya
Araklah keliling kota
Sebagai panji yang telah mereka nodai
Kinilah giliranmu menuntut
Katakanlah kepada mereka
Menganjurkan mengganyang pelacuran
Tanpa menganjurkan
Mengahwini para bekas pelacur
Adalah omong kosong
Pelacur-pelacur kota Jakarta
Saudari-saudariku
Jangan melulur keder pada lelaki
Dengan mudah
Kalian bisa telanjangi kaum palsu
Naikkan tarifmu dua kali
Dan mereka akan klabakan
Mogoklah satu bulan
Dan mereka akan puyeng
Lalu mereka akan berzina
Dengan isteri saudaranya.
 
(繼續閱讀...)
文章標籤

kamadevas 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣(53)

  • 個人分類:印尼詩人W.S. Rendra作品選譯
▲top
  • 3月 26 週日 201703:51
  • M. Poppy Hutagalung (1941- ), "吉利翁河的早晨"

undefined

 
 
(繼續閱讀...)
文章標籤

kamadevas 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣(17)

  • 個人分類:印尼現代詩選譯
▲top
  • 3月 09 週四 201713:48
  • Sitor Situmorang (1924-2014), "綠信箋"


綠信箋
--Sitor Situmorang (1924-2014),羅浩原 譯
 
盡呈淡綠色,她的芳踪
浮盪在這春花季節的信箋上
在輪船起錨之前
捎來了遠方的消息
 
豐腴躍然於信中字句間
在毫不矯揉的調笑中撩撥著
那少女的芬芳
跨洲越洋襲上心頭
 
來吧,妹子,人生苦短
一季過完又一季
就連鳥也會冒險浪蕩
 
來吧,妹子,這一切都能成為永恆
讓擁抱在此地留下痕印
於輪船繫纜之前
 
 
Surat Kertas Hijau
--Sitor Situmorang (1924-2014)
 
Segala keberadaannya tersaji hijau muda
Melayang di lembaran surat musim bunga
Berita dari jauh
Sebelum kapal angkat sauh
 
Segala kemontokan menonjol di kata-kata
Menepis dalam kelakar sonder dusta
Harum anak dara
Menghimbau dari seberang benua
 
Mari, dik, tak lama hidup ini
Semusim dan semusim lagi
Burungpun berpetualangan
 
Mari, dik, kekal bisa semua ini
Peluk goreskan di tempat ini
Sebelum kapal dirapatkan
 
 
Sitor Situmorang, Sitor Situmorang: Kumpulan sajak, 1948-1979, Jakarta: Komunitas Bambu, 2006, p. 52.
 
 
Green Paper Letter
--Sitor Situmorang (1924-2014), translated by John H. McGlynn
 
Her total juvenescence appears light green,
Wafts on the page of a springtime letter
News from afar
Before the ship lifts anchor
 
Her sensuality surfaces in words,
Darts through guileless humor
The fragrance of a young woman
Beckoning from another land
 
Come along, for this life is not too long
One season passes, then another
Even birds must find a roost
 
Come along, all of this can last forever,
Mark your embrace in this place
Before the ship docks
 
 
Sitor Situmorang, John H. McGlynn, trans., To Love, To Wander: The Poetry of Sitor Situmorang, Jakarta: The Lontar Foundation, 1996, p.35.
(繼續閱讀...)
文章標籤

kamadevas 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣(13)

  • 個人分類:印尼詩人Sitor Situmorang作品選譯
▲top
  • 2月 20 週一 201708:30
  • 白石嘉壽子(1931- ), "中國尤利西斯"


  
白石かずこ
(繼續閱讀...)
文章標籤

kamadevas 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣(133)

  • 個人分類:日本詩歌選譯
▲top
«1...11121355»

最新文章

  • Sitor Situmorang (1924-2014), "尼科巴群島"
  • Sitor Situmorang (1924-2014), "往返原野"
  • Sitor Situmorang (1924-2014), "山坡"
  • Sitor Situmorang (1924-2014), "鄉村"
  • Sitor Situmorang (1924-2014), "村莊的黃昏"
  • Sitor Situmorang (1924-2014), "流民"
  • Sitor Situmorang (1924-2014), "水手"
  • Sitor Situmorang (1924-2014), "致讀者"
  • Sitor Situmorang (1924-2014), "[提到的這名字,想要將之忘掉]"
  • Sitor Situmorang (1924-2014), "[在圓形玻璃杯中]"

個人資訊

kamadevas
暱稱:
kamadevas
分類:
藝文情報
好友:
累積中
地區:

文章分類

  • 朋友 (0)
  • 俳句 (0)
  • 新詩 (13)
  • 散文 (15)
  • 評論 (17)
  • 荻原書 (8)
  • 科幻情詩 (0)
  • 白登之圍 (0)
  • 希臘神話 (0)
  • 震旦山水 (0)
  • 英美詩歌選譯 (52)
  • Sylvia Plath詩集《Ariel》 (0)
  • Sylvia Plath大學時代作品選譯 (0)
  • Sylvia Plath作品選譯 (12)
  • Emily Dickinson作品選譯 (5)
  • Edith Sitwell作品選譯 (6)
  • Stevie Smith作品選譯 (23)
  • Elizabeth Bishop作品選譯 (4)
  • Wang Ping作品選譯 (7)
  • Dorothy Parker作品選譯 (3)
  • 日本詩歌選譯 (4)
  • 緬甸詩歌選譯 (2)
  • 菲律賓現代詩選譯 (27)
  • 馬來西亞現代詩選譯 (12)
  • 印尼現代詩選譯 (50)
  • 印尼詩人Chairil Anwar作品選譯 (83)
  • 印尼詩人W.S. Rendra作品選譯 (17)
  • 印尼詩人Sitor Situmorang作品選譯 (63)
  • 印尼詩人Goenawan Mohamad作品選譯 (6)
  • 印尼詩人Afrizal Malna作品選譯 (5)
  • 印尼詩人Wiji Thukul作品選譯 (12)
  • 印尼詩人Asahan Alham作品選譯 (5)
  • 印尼流行歌曲選譯 (6)
  • 印尼筆記 (12)
  • 亞非拉筆記 (38)
  • 給學弟的讀詩筆記 (6)
  • 我也必須評論你們! (11)
  • 我需要你們的評論! (12)
  • Cabinet of Curiosities (0)
  • Taiwan Young Poets (0)
  • 未分類文章 (1)

最新留言

  • [23/07/06] 快樂腳 於文章「《文化的詮釋》[小書評]...」留言:
    在查找資料時 剛好看見你分享的這篇文章 ~ 真的蠻棒的! 感...
  • [22/09/10] pijat bayi sleman 於文章「講給蒂恩.塔梅拉聽的傳說故事/Tjeri...」留言:
    wow saya terkesima dengan vide...
  • [20/06/26] 食詩 於文章「消失的五四...」留言:
    猜是美意,諫言是忠臣。昨懷屈子舟 明朝換秦王或楚王 ...
  • [20/03/12] 訪客 於文章「消失的五四...」發表了一則私密留言
  • [19/09/01] 食詩人 於文章「朋友 (-2)...」留言:
    不太敢初閱即回覆,因缺乏勇氣,去面對如此孤獨的自我也墜谷 ...
  • [19/09/01] 食詩人 於文章「朋友 (13)...」留言:
    錯字兩朵雪花,修訂 益友 早慧 sorry''...
  • [19/09/01] 食詩人 於文章「朋友 (13)...」留言:
    朋友。無論價值如何都無法被停止 渴望讀見詩如友直卻友誠地 ...
  • [19/08/31] long 於文章「寫在又一個六四之前:也評張藝謀的「滿城盡...」留言:
    感觉先在的香港的处境和皇后非常相似,不是被专制皇权慢慢毒死,...
  • [18/12/27] jimmylin 於文章「欖仁樹...」留言:
    喜歡這篇文章~謝謝你~把欖仁樹寫的好生動!!!...
  • [18/08/26] 訪客 於文章「淺談馬來文傳統詩歌「班頓」(Pantun...」留言:
    老师,您的探讨很有趣,请问您选择还在继续研究班顿吗?...

參觀人氣

  • 本日人氣:
  • 累積人氣:

誰來我家

熱門文章

  • (3,946)給學弟的讀詩筆記(一):丁尼生之〈鷹〉
  • (685)快嘴女詩人Dorothy Parker
  • (484)石川啄木:《悲哀的玩具》十首[轉譯]
  • (338)南洋的烏龜與森林
  • (304)讀歐以冷詩稿《碎裂的道路》
  • (276)古埃及情歌:相遇情人於原野的愉悅之歌
  • (240)Emily Dickinson (1830-1886), "此固在意料之中也"
  • (139)鯨向海評kama的詩 ◎ 鯨向海
  • (80)Emily Dickinson (1830-1886), "一道無可名狀的斜光"
  • (20)夜之聲/Suara Malam

文章精選

文章搜尋

動態訂閱

留言板