PIXNET Logo登入

蔗尾蜂房

跳到主文

羅浩原現代詩工作室

部落格全站分類:藝文情報

  • 相簿
  • 部落格
  • 留言
  • 名片
  • 12月 30 週六 201700:21
  • W.S. Rendra (1935-2009), "我喊著妳的名字"


我喊著妳的名字

--W.S. Rendra (1935-2009),羅浩原 譯

 

當我捱過孤寂時

我喊著妳的名字,我的女人

難道妳沒聽見我嗎?

 

嘆息的夜

擁抱我的靈魂,它精疲力竭

且焦躁不安

因為它對家庭反叛

對失驚囈語的習俗反叛

最後終被誘上了天際

 

我徒勞地搜尋妳眼睛的光亮

想要再嗅到妳身體的香氣

那香氣我已不復記憶

皆是徒勞

我一無所獲

我的孤寂無懈可擊

 

反叛的風

侵襲著天與地

十二隻豺狗

現身於我的過去

撕扯著我悲慘的心

 

一遍又一遍,我喊著妳的名字

妳在何處,我的女人?

妳也已成為我過去的一部分了嗎?

我喊著妳的名字

我喊著妳的名字

因為妳就是那空谷中的房屋

而神呢?

神正如難以索解的藝術家

總是一如往常

僅關注事之大者

 

我的過去有一千隻手指

直指向我

不

我無法回去

 

正當我持續喊著妳的名字

我一股反叛的純怒之氣

在此夜勃然上升

噴散天際

天際宛如一位裸女

向我敞開她自己

全開,且是處女

 

繼之而來的沈默

是座巨大冰凍的湖

而我被凍在其邊緣

我的臉,看看我的臉

映照在這沈默中

傷痕累累、鮮血直流

被我的過去伸爪刨著

 

 

Kupanggili Namamu

--W.S. Rendra

 

Sambil menyeberangi sepi

kupanggili namamu, wanitaku.

Apakah kau tak mendengarku?

 

Malam yang berkeluh kesah

memeluk jiwaku yang payah

yang resah

kerana memberontak terhadap rumah

memberontak terhadap adat yang latah

dan akhirnya tergoda cakrawala.

 

Sia-sia kucari pancaran sinar matamu.

Ingin kuingat lagi bau tubuhmu

yang kini sudah kulupa.

Sia-sia.

Tak ada yang bisa kujangkau.

Sempurnalah kesepianku.

 

Angin pemberontakan

menyerang langit dan bumi.

Dan dua belas ekor serigala

muncul dari masa silam

merobek-robek hatiku yang celaka.

 

Berulang kali kupanggili namamu.

Di manakah engkau, wanitaku?

Apakah engkau juga menjadi masa silamku?

Kupanggili namamu.

Kupanggili namamu

kerna engkau rumah di lembah.

Dan Tuhan?

Tuhan adalah seniman tak terduga

yang selalu sebagai sediakala

hanya memperdulikan hal yang besar saja.

 

Seribu jari dari masa silam

menuding kepadaku.

Tidak

Aku tak bisa kembali.

 

Sambil terus memanggil namamu

amarah pemberontakanku yang suci

bangkit dengan perkasa malam ini

dan menghamburkan diri ke cakrawala

yang sebagai gadis telanjang

membukakan diri padaku

Penuh. Dan Prawan.

 

Keheningan sesudah itu

sebagai telaga besar yang beku

dan aku pun beku di tepinya.

Wajahku. Lihatlah, wajahku.

Terkaca di keheningan.

Berdarah dan luka-luka

dicakar masa silamku.

 

 

I Call Your Name

--W.S. Rendra, translated by Harry Aveling

 

As I cross the loneliness

I call your name, my wife.

Can’t you hear me?

 

The night

moaning

embraces my weary spirit

troubled

by rebellion at home

rebellion at meaningless custom

and is finally tempted by the heavens.

 

Futilely I search for the light of your eyes.

I want again the fragrance of your body

which I can no longer recall.

Futile

there is nothing I can take.

How perfect my loneliness is.

 

The wind of rebellion

attacks land and sky.

And twelve jackals

appear from my past

and tear at my wretched heart.

 

Over and over I call your name.

Where are you, my wife?

Have you too become part of my past?

I call your name

I call your name

for you are a house in the valley.

And God?

God is the inscrutable artist

who always as ever

only cares about big things.

 

A thousand fingers from my past

point down at me.

No.

I cannot go back.

 

As I continue to call your name

the pure anger of my rebellion

rises bravely this night

and scatters itself into the heavens

which like a naked girl

open themselves to me.

Full. And virginal.

 

The silence which follows

is a large frozen lake

and I am frozen at its edge.

My face, look at it, my face.

Reflected in the silence

wounded and bleeding

clawed by my past.

 

 

Rendra, translated by Burton Raffel, Harry Aveling and Derwent May, Ballads and Blues: Poems, Kuala Lumpur: Oxford University Press, 1974, p.182-185.
(繼續閱讀...)
文章標籤

kamadevas 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣(10)

  • 個人分類:印尼詩人W.S. Rendra作品選譯
▲top
  • 5月 01 週一 201706:04
  • W.S. Rendra, "斯利堅斯克大道"


   
 斯利堅斯克大道*
--W.S. Rendra (1935-2009),羅浩原 譯
沿著斯利堅斯克大道
我拖著我的腳步
與我的無聊
在成蔭的樹影下
在點綴著花草的清潔街道上
我被我的無聊越掐越緊
於緩慢的腳步中
在斯利堅斯克大道
在長凳上
在擁吻的情侶
與讀著書的老人之間
我踩過我倦怠的身體
我踩過我的無聊
然後
當穿插著看見
牽手走過的情侶
與推著嬰兒上電車的母親
我也站在我面前看見了自己
我的倦怠與我的厭煩
很明顯這無關乎
看到別人數十朋友成群
或約會的女人時所產生的孤獨感
每個人都有其戰鬥
每個時刻都有其戰鬥
而有時我們想要孤獨一人
因為,我的魔鬼只有一個
名字是無聊!
在斯利堅斯克大道
在斯利堅斯克大道
在這特別為此準備的地方
我拖著我的腳步
與我的無聊
然後我被碾碎
在鞋底
* 斯利堅斯克大道是莫斯科有名的環狀林蔭大道的其中一段。
Sretenski Boulevard
--W.S. Rendra
Di sepanjang Sretenski Boulevard
kuseret langkahku
dan kebosananku.
Di bawah naungan pepohonan rindang
di sepajang jalan bersih dengan bunga-bungaan
kucekik kebosananku
dalam langkah-langkah yang lamban.
Di Sretenski Boulevard
di bangku panjang
di antara pasangan berciuman
dan orang tua membaca buku
kuhenyakkan tubuhku yang lesu
kuhenyakkan kebosananku.
Maka
sambil diseling memandang
pasangan yang lewat bergandengan
dan ibu mendorong bayi dalam kereta
kupandang pula di depanku
kelesuanku dan kejemuanku.
Terang bukan soal kesepian
di tengah berpuluh teman
dan wanita untuk berkencan.
Masing-masing orang punya perkelahian.
Masing-masing waktu punya perkelahian.
Dan kadang-kadang kita ingin sepi serta sendiri.
Kerna, wahai, setanku yang satu
bernama kebosanan!
Di sepanjang Sretenski Boulevard
di sepanjang Sretenski Boulevard
di tempat yang khusus untuk ini
kuseret langkahku
dan kebosananku.
Lalu kulindas
di bawah sepatu.
W.S. Rendra, Sadjak-sadjak Sepatu Tua: Dua Buah Kumpulan Sadjak, Djakarta: Pustaka Jaya, 1972, pp.20-21.
(繼續閱讀...)
文章標籤

kamadevas 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣(3)

  • 個人分類:印尼詩人W.S. Rendra作品選譯
▲top
  • 4月 29 週六 201707:06
  • W.S. Rendra, "莫斯科CHAKHALINAGARA療養院"


莫斯科CHAKHALINAGARA療養院
--W.S. Rendra,羅浩原 譯
我的心赤裸地躺在桌上
裝在盤裡
放在刀叉、湯匙旁
此際我坐在白色的椅子上
一份無法閱讀的報紙
放在我膝頭
陽台的門是打開的
可看到供植物攀爬的黑色格架
以及蒼老陳舊的天空
玻璃杯與瓷茶壺的影子
映在玻璃門上
接著我看到我自己
我洗過之後的寂寞的臉
我驕縱浮躁的心
我再等待誰?
何人或何事?
護士走來一臉驚訝
她搖搖頭說:
「同志,不吃東西嗎?」
「Lyuda,我無法下嚥
我無法吃下愛人的臉
無法配著牛奶喝下我的母親
也無法配著牛油吸嚥我妹妹的眼珠!」
她聳聳肩又問了一次
啊,她不能理解思念者的語言!
當她消失在門口
腳步輕柔地走過地毯
她將無法理解
那段時間從未凍結與停止
所有的聲音與顏色都失去了意義
乃至連夢、悲傷、痛苦與歡樂
也沒有一扇門為其敞開
1959年12月28日
Sanatorium Chakhalinagara, Moskwa
--W.S. Rendra
Hatiku terbaring telanjang di meja
di atas piring
di samping pisau, senduk, dan garpu,
selagi aku duduk di kursi putih
dengan koran tak bisa dibaca
di pangkuanku.
Pintu balkon yang terbuka
menampakkan terali yang hitam
serta langit yang tua renta.
Bayangan gelas dan teko porselin
dipantulkan kaca pintu.
Kemudian nampak pula diriku;
Wajahku yang sepi setelah dicuci,
hatiku yang rewel dan manja.
Siapa pula aku tunggu?
Siapa atau apa?
Perawat datang dengan wajah yang heran.
Ia menggelengkan kepala:
"Kamerad tak makan?
"Lyuda, aku tak bisa makan.
Tak bisa kumakan wajah kekasih
tak bisa kuminum ibuku bersama susu
dan tak bisa kuusap mata adik dengan mentega!"
Ia mengangkat bahu dan bertanya.
Ah, ia toh tak tahu bahasa rindu!
Apabila ia lenyap dart pintu
dengan langkah lunak di atas permadani
ia tak akan tahu
bahwa waktu pernah beku dan berhenti
segala bunyi dan warna tanpa makna
dan bahkan
bagi mimpi, duka, derita, maupun kebahagiaan
tak ada pintu yang membuka.
W.S. Rendra, Sadjak-sadjak Sepatu Tua: Dua Buah Kumpulan Sadjak, Djakarta: Pustaka Jaya, 1972, pp.14-15.
(繼續閱讀...)
文章標籤

kamadevas 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣(3)

  • 個人分類:印尼詩人W.S. Rendra作品選譯
▲top
  • 4月 25 週二 201708:35
  • W.S. Rendra, "莫斯科的某家餐廳"


 
莫斯科的某家餐廳
--W.S. Rendra (1935-2009),羅浩原 譯
藉由魚子醬與伏特加
我倆觸犯了十大罪
在潔白的桌布上
為寂聊的行為抹上油膏
一瓶瓶高傲的酒
與一位年輕的女性朋友
成了愈覺老邁之夜晚的裝飾
無數個撕裂的日子
被甜美地繡在了他的臉上
在欺瞞中
我倆彼此對望
她滑順的肩膀泛著青色
於燭火與燈下
擦亮的門兩旁是紅珠串扣著的簾幕
當音樂響起
我倆對時間已渾然不覺
在法國式的座椅上
我倆交換微笑
然後察覺
彼此的欺瞞
用高腳杯
兩人在罪孽中
殺著時間
值此情狀:
人類就像香菸
牛排或威士忌蘇打
面對著時間
如此的無助
1959年12月29日
W.S. Rendra, Sadjak-sadjak Sepatu Tua: Dua Buah Kumpulan Sadjak, Djakarta: Pustaka Jaya, 1972, pp.18-19.
Sebuah Restoran, Moskwa
--W.S. Rendra
Melalui caviar dan vodka
kami langgar sepuluh dosa.
Di atas kain meja yang putih
terbarut tindakan yang sia-sia.
Botol-botol anggur yang angkuh
dan teman wanita yang muda
adalah hiasan malam yang terasa tua.
Hari-hari yang nampak koyak-moyak
disulam dengan manis oleh wajahnya.
Dalarn kepalsuan
kami berdua bertatapan.
Bahunya yang halus berkilau biru
oleh cahaya lilin dan lampu.
Pintu-pintu berpolitur
dengan tirai untaian merjan.
Sementara musik berbunyi
jam berapa kami tak tahu.
Di atas kursi Prancis
kami bertukar senyum
dan tahu
masing-masing saling menipu.
Dengan gelas-gelas yang tinggi
kita membunuh waktu
dalam dosa.
Bila begini:
Manusia sama saja dengan cerutu
bistik atau pun whiski-soda
berhadapan dengan waktu
jadi tak berdaya.
(繼續閱讀...)
文章標籤

kamadevas 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣(4)

  • 個人分類:印尼詩人W.S. Rendra作品選譯
▲top
  • 4月 23 週日 201713:09
  • W.S. Rendra, "平壤牡丹峰公園"


 
 平壤牡丹峰公園
--W.S. Rendra,羅浩原 譯
我走去睡在
草叢裡
池塘邊
此時鵜鶘與樹鴨
正在游水
看吶,我正犯著罪
我走去睡在
柳樹下
蔭影裡
在這段奢侈卻空虛的時光
我走在公園裡
窺視情侶們躲在
樹林裡
吃著
烤玉米
與朝鮮蘋果
聽人唱著民歌
我的口袋裝滿了罪惡
然後我選擇此地
以草叢為床
鄰近一道老舊的牆籬
望著那紅瓦的廟宇
以及一道清風
吹向遙遠的山谷
行竊罪惡
我走去睡在
池塘邊
柳樹下
蔭影裡
罪惡把我弄得精疲力盡
1959年12月29日
Moranbong, Pyongyang
--W.S. Rendra
Aku akan tidur
di rumputan
di tepi kolam.
Sementara undan
dan belibis
berenangan.
Lihatlah, aku berdosa.
Aku akan tidur
di bawah pohon liu
yang rindang.
Dalam waktu yang mewah
tapi hampa
aku berjalan dalam taman
mengintip pasangan bersembunyi
di dalam hutan.
Sambil makan
jagung bakar
dan apel Korea
mendengarkan lagu rakyat
dinyanyikan orang.
Kantongku pun penuh dosa.
Lalu kupilihlah tempat ini.
tempat tidurku di rumputan
dekat tembok pagar yang tua
memandang kuil beratap merah
dan angin lewat
untuk pergi ke lembah yang jauh.
Mencuri dosa.
Aku akan tidur
di tepi kolam
di bawah pohon liu
yang rindang.
Aku payah oleh dosa.
29 Dec 1959
W.S. Rendra, Sadjak-sadjak Sepatu Tua: Dua Buah Kumpulan Sadjak, Djakarta: Pustaka Jaya, 1975, pp.12-13.
(繼續閱讀...)
文章標籤

kamadevas 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣(15)

  • 個人分類:印尼詩人W.S. Rendra作品選譯
▲top
  • 4月 07 週五 201708:44
  • W.S. Rendra, "高校之歌"


 
高校之歌
--W.S. Rendra (1935-2009),羅浩原 譯
學生們用手指插著女教師的陰蒂
怎麼可能發生這種事?
有可能發生
因為現在任何事都失去了準則
全都被准許,也全都不准
全憑政治氣氛
全憑君主的喜怒
全憑擺弄文字的禿鷹的利爪
女教師需要一部日本的摩托車
女教師想要聲光娛樂
女教師希望她家的屋頂不再漏水
還要保障醫生能開給她鎮靜劑、
營養劑與興奮劑
所以她對學生家長們說:
「事情我們都能安排
您的孩子們將能通過考試
讓您在鄰居間出鋒頭
讓您在兄弟間驕傲
問題在於我們得要合作
別讓我因為屋頂漏水而工作分心」
於是爸爸開心了
抓起老師的手
把錢塞進她手裡
過程中
在友善的氣氛裡
用手肘蹭了一下她的胸部
學生們窺見了這一切
這是協商、和諧與輕鬆生活
最好的教材
女教師說:
「為了讓進步順利達成
我們必須掌握工業機械
我們必須向前進,像德國
日本和美國那樣
現在,把對數表拿出來」
學生們都笑了
拿出了他們的香菸
「請守規矩
別在這抽煙
課堂是學習的地方
現在,拿出對數表!」
學生們笑著說:
「咱們不愛對數表
完全沒意義嘛!」
「你們不想進步嗎?」
「進步不是靠對數表
進步靠的是協商」
「那你們想要什麼?」
「咱們什麼都不想要
咱們全都有了」
「你們這群搗蛋鬼!」
「咱們不搗蛋
咱們不搞政治
咱們悠閒地抽抽煙
就像咱們辦公室中的父親們那樣
放輕鬆,不涉政治
跟中國協商一下
跟日本協商一下
創造愉悅的氣氛
當選舉來臨時
咱們幫忙維穩
讓各政黨安靜下來」
學生們笑著
他們很會協商
精通遊說
擅長觀察跡象
聰明地追隨局勢變化
他們坐在小賣部
喝著橘子水
逃避歷史測驗
他們在課堂上睡覺
繳的學費跟住大飯店一樣貴
學校是社交用的
遵循的模式是
受廣告所啟發的進步之夢
當女教師說:
「拿出對數表!」
學生們都笑了
然後在友善的氣氛中
他們用手指插著女教師
1977年6月2日寫於日惹
W.S. Rendra, Harry Aveling, trans., State of Emergency, Sydney & Los Angeles: Wild & Woolley, 1980, pp.24-29.
Sajak S.L.A.
--W.S. Rendra
Murid-murid mengobel* klentit ibu gurunya
Bagaimana itu mungkin ?
Itu mungkin.
Karena tidak ada patokan untuk apa saja.
Semua boleh. Semua tidak boleh.
Tergantung pada cuaca.
Tergantung pada amarah dan girangnya sang raja.
Tergantung pada kuku-kuku garuda dalam mengatur kata-kata.
Ibu guru perlu sepeda motor dari Jepang.
Ibu guru ingin hiburan dan cahaya.
Ibu guru ingin atap rumahnya tidak bocor.
Dan juga ingin jaminan pil penenang,
tonikum-tonikum dan obat perangsang yang dianjurkan oleh dokter.
Maka berkatalah ia
Kepada orang tua murid-muridnya :
“Kita bisa mengubah keadaan.
Anak-anak akan lulus ujian kelasnya,
terpandang di antara tetangga,
boleh dibanggakan pada kakak mereka.
Soalnya adalah kerjasama antara kita.
Jangan sampai kerjaku terganggu,
karna atap bocor.”
Dan papa-papa semua senang.
Di pegang-pegang tangan ibu guru,
dimasukan uang ke dalam genggaman,
serta sambil lalu,
di dalam suasana persahabatan,
teteknya disinggung dengan siku.
Demikianlah murid-murid mengintip semua ini.
Inilah ajaran tentang perundingan,
perdamaian, dan santainya kehidupan.
Ibu guru berkata :
“Kemajuan akan berjalan dengan lancar.
Kita harus menguasai mesin industri.
Kita harus maju seperti Jerman,
Jepang, Amerika.
Sekarang, keluarkanlah daftar logaritma.”
Murid-murid tertawa,
dan mengeluarkan rokok mereka.
“Karena mengingat kesopanan,
jangan kalian merokok.
Kelas adalah ruangbelajar.
Dan sekarang : daftar logaritma !”
Murid-murid tertawa dan berkata :
“Kami tidak suka daftar logaritma.
Tidak ada gunanya !”
“kalian tidak ingin maju ?”
“Kemajuan bukan soal logaritma.
Kemajuan adalah soal perundingan.”
“Jadi apa yang kaian inginkan ?”
“Kami tidak ingin apa-apa.
Kami sudah punya semuanya.”
“Kalian mengacau !”
“Kami tidak mengacau.
Kami tidak berpolitik.
Kami merokok dengan santai.
Sperti ayah-ayah kami di kantor mereka :
santai, tanpa politik
berunding dengan Cina
berunding dengan Jepang
menciptakan suasana girang.
Dan di saat ada pemilu,
kami membantu keamanan,
meredakan partai-partai.”
Murid-murid tertawa.
Mereka menguasai perundingan.
Ahli lobbying.
Faham akan gelagat.
Pandai mengikuti keadaan.
Mereka duduk di kantin,
minum sitrun,
menghindari ulangan sejarah.
Mereka tertidur di bangku kelas,
yang telah mereka bayar sama mahal
seperti sewa kamar di hotel.
Sekolah adalah pergaulan,
yang ditentukan oleh mode,
dijiwai oleh impian kemajuan menurut iklan.
Dan bila ibu guru berkata :
“Keluarkan daftar logaritma !”
Murid-murid tertawa.
Dan di dalam suasana persahabatan,
mereka mengobel ibu guru mereka.
Jogya
22 June, 1977
譯註:
*mengobel: 動詞原型kobel,用手指插入某人的陰道/肛門
Song of High School
--W.S. Rendra
The pupils are playing with their teacher’s clitoris
How dare they!
They dare
because there are no rules about anything anymore.
Everything is permitted. Everything is forbidden.
Depending on the weather.
Whether the king is happy or not.
Depending on the eagle’s claws as he sharpens his words.
The teacher wants a Japanese motor-scooter.
She wants to be amused.
She wants a house with a decent roof.
She wants a doctor,
who will prescribe vitamins, tranquillisers and stimulants.
So she tells
their parents:
“It can be arranged.
Of course they’ll pass.
You’ll be the envy of your neighbours.
The children’s grandparents will be so proud of them.
It just requires a little cooperation.
I’d have more time for them
if my roof didn’t leak.”
The daddies smile with delight.
They take the teachers by the hand
and slip them some money.
Everybody is so friendly.
It doesn’t matter if daddy’s elbow
brushes against teacher’s tits.
The pupils are very attentive.
They are learning about consultation,
arbitration, and how to be really cool.
The teacher says:
“The nation is modernising rapidly.
We must have industrial machinery.
We must be forward looking, like the Germans,
the Japanese and the Americans.
Take out your logarithm tables.”
The pupil laugh
and take out their cigarettes.
“It’s not nice to smoke in class.
Take out your logarithm tables!”
The pupils laugh and say:
“We don’t like logarithm tables.
They’re useless.”
“Don’t you want to be modern?”
“We don’t need log tables to be modern.
Consultation’s the name of the game.”
“Well, what do you want?”
“We don’t want anything.
We’ve got all we need.”
“Disobedient brats!”
“We’re not disobedient;
we don’t like politics.
We’re just smoking, really cool,
like our daddies in their offices:
cool, non-political,
consulting with China,
consulting with Japan,
making life easier.
There are too many parties
contesting the elections;
we wish things were quieter.”
The Pupils laugh.
They know all about consultation.
They know how to lobby.
They know how to predict the future
and how to relate to the present.
They sit in the canteen,
drinking orange squash,
making sure history doesn’t repeat itself.
They sleep in class.
It costs more to stay in school
than it does in a good hotel.
You meet a lot of people,
and learn how to be modern
just like in the ads.
So when the teacher says: “Take out your logarithm tables!”
the pupils laugh.
Everybody is very friendly.
The pupils are playing with their teacher.
 
(繼續閱讀...)
文章標籤

kamadevas 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣(11)

  • 個人分類:印尼詩人W.S. Rendra作品選譯
▲top
  • 4月 03 週一 201715:52
  • W.S. Rendra, "雅加達市的妓女們,團結起來!"


雅加達市的妓女們,團結起來!
--W.S. Rendra,羅浩原 譯
雅加達市的妓女們
高級的或低等的
皆被打壓著
正在悲鳴著
她們被嚇得
驚慌失措
受盡羞辱、羞慚不已
妳們或該悔不當初
卻不用從此絕望
更毋須犧牲自己
啊,雅加達市的妓女們
現在站起來吧!
梳好妳們的髮髻
因為在悔恨之後
現在輪到妳們了
——不止要自我捍衛——
還要主動出擊
因為
妳們或該悔不當初
但毋須情願犧牲自己
莎琳娜!
告訴他們
妳是怎麼被召進部長辦公室的
他是怎樣對妳長篇大論
訴說祖國的艱苦奮鬥
然後突然,連結語都還沒講
邊說妳是革命的靈感
邊解開了妳的胸罩
還有妳,妲喜瑪
告訴人民
革命領袖們全都怎樣
輪流來擁抱妳
邊說著要讓群眾富裕並點燃革命
邊濕了他們的褲子
而他們的肢體
氣喘吁吁地蹭著妳
肌肉無可自拔地抽搐著
政客與高官們
盡像是打扮整齊想續絃的鰥夫
議會與會議
沒了妳們就進行不成了
妳們永遠無法說「不」
因為害怕會餓肚子
被貧窮桎梏著
長久以來找工作總是落空
學校文憑一點都沒有用
部門主管
會給妳們機會
只要妳們肯給機會
只要妳們肯張開腿
除了政府之外
公司行號都停滯不前
沒有職缺
領袖們的革命
是眾神的革命
他們為了天堂而爭鬥
不是為了塵世
根本不會創造出
更多的工作給老百姓
妳只是他們製造的眾多失業者之一
然而
妳們或許悔不當初
卻不用從此絕望
毋須情願犧牲自己
雅加達市的妓女們
不用再羞愧
當我看到報紙
寫這群跳樑小丑怎麼打壓妳們
指控妳們是國家災難的禍源
我怒不可遏
妳們是我的朋友
我不能接受妳們這種遭遇
老天爺
跳樑小丑鼓動簧舌
信口雌黃甚至把性愛都政治化了
我的姊妹們
想要瓦解妳們
可不像瓦解一個政黨那麼簡單
他們該給妳們工作
他們該恢復妳們的地位
他們該承受責難
我的姊妹們,團結起來!
揭竿而起
將妳們的胸罩繫在竿頂揮舞吧
繞城遊行
當作是受他們羞辱的標語旗
現在輪到妳們了
告訴他們
那些個提倡打壓娼妓
卻不提倡娶從良妓女的人
根本是無理取鬧
雅加達市的妓女們
我的姊妹們
別僅僅畏懼男人
妳們輕而易舉
就能暴露出虛偽
妳們漲價兩倍
他們就會苦不堪言
罷工一個月
他們就會頭暈目眩
然後他們就會犯下通姦
對他們兄弟的妻子下手
Rendra, translated by Burton Raffel, Harry Aveling and Derwent May, Ballads and Blues: Poems, Kuala Lumpur: Oxford University Press, 1974, p.210-217.
Prostitutes of Jakarta--Unite!
--W.S. Rendra, translated by Harry Aveling
The prostitutes of Jakarta
the greatest and the least
have been crushed
hunted
They are frightened
Lost
offended and embarrassed.
Regret as you may
But don't despair
Or allow yourselves to be sacrificed.
Prostitutes of Jakarta
Arise now
Comb your hair
Having sorrowed
it is your turn
--not just to defend yourselves--
but to attack
So
Regret as you may
but do not allow yourselves to be sacrificed.
Sarinah!
Tell them
how you were called to the ministerial suite
and how he spoke long and deeply to you
about the national struggle
then suddenly--without even finishing what he was
saying,
calling you the inspiration of the revolution,
undid your bra.
And you, Dasima,
Tell the people
how all the leaders of revolution
embraced you in turn
speaking of the prosperity of the masses and the flame of revolution
while their trousers were wet
and their bodies
sprawled beside you
their bolts too rapidly shot.
The politicians and senior civil-servants
are a tight bunch of pimps
Their congresses and conferences
wouldn't go without you
You who must never say no
because of the terror of hunger
and the yoke of poverty
and your long futile search for work
School diploma were useless
The section heads
would only open the door of opportunity
if you would open your legs
And outside government were only run down businesses
with no vacancies--
The leader's revolution
was a revolution of gods
has never produced
more jobs
for the ordinary people--
You are a part of the proletariat
they have created
Still
Regret as you may
But don't despair
or allow yourselves to be sacrificed.
Prostitutes of Jakarta
Stop being ashamed
When I read in the papers
how those clowns persecute you
accuse you of being the cause of the nation's disasters
I am enraged.
You are my friends
I can't have this
God
What clownmouths
What foulmouths
They have even politicized sex.
My sisters
it is harder to put you down
than a political party
They must give you work
They must return your standing
They too must bear the weight of their mistakes.
My sisters. Unite.
Take up your sticks
Wave your bras on the ends of them
Carry them around the town in procession
waving them like flags they have disgraced.
Now it is your turn to demand
Tell them:
That recommending the persecution of prostitutes
without also recommending
marrying them
is nonsense.
Prostitutes of Jakarta
My sisters
Do not tremble before men
When quite easily
you can strip the fakes
Double your prices
let them flounder
Strike for a month
soon they will be committing adultery
with their brother's wives.
Bersatulah Pelacur-pelacur Kota Jakarta
--W.S. Rendra
Pelacur-pelacur Kota Jakarta
Dari kelas tinggi dan kelas rendah
diganyang
Telah haru-biru
Mereka kecut
Keder
Terhina dan tersipu-sipu
Sesalkan mana yang mesti kau sesalkan
Tapi jangan kau lewat putus asa
Dan kaurelakan dirimu dibikin korban
Wahai pelacur-pelacur kota Jakarta
Sekarang bangkitlah
Sanggul kembali rambutmu
Karena setelah menyesal
Datanglah kini giliranmu
Bukan untuk membela diri melulu
Tapi untuk lancarkan serangan
Karena
Sesalkan mana yang mesti kau sesalkan
Tapi jangan kaurela dibikin korban
Sarinah
Katakan kepada mereka
Bagaimana kau dipanggil ke kantor menteri
Bagaimana ia bicara panjang lebar kepadamu
Tentang perjuangan nusa bangsa
Dan tiba-tiba tanpa ujung pangkal
Ia sebut kau inspirasi revolusi
Sambil ia buka kutangmu
Dan kau Dasima
Khabarkan pada rakyat
Bagaimana para pemimpin revolusi
Secara bergiliran memelukmu
Bicara tentang kemakmuran rakyat dan api revolusi
Sambil celananya basah
Dan tubuhnya lemas
Terkapai disampingmu
Ototnya keburu tak berdaya
Politisi dan pegawai tinggi
Adalah caluk yang rapi
Kongres-kongres dan konferensi
Tak pernah berjalan tanpa kalian
Kalian tak pernah bisa bilang ‘tidak’
Lantaran kelaparan yang menakutkan
Kemiskinan yang mengekang
Dan telah lama sia-sia cari kerja
Ijazah sekolah tanpa guna
Para kepala jawatan
Akan membuka kesempatan
Kalau kau membuka kesempatan
Kalau kau membuka paha
Sedang diluar pemerintahan
Perusahaan-perusahaan macet
Lapangan kerja tak ada
Revolusi para pemimpin
Adalah revolusi dewa-dewa
Mereka berjuang untuk syurga
Dan tidak untuk bumi
Revolusi dewa-dewa
Tak pernah menghasilkan
Lebih banyak lapangan kerja
Bagi rakyatnya
Kalian adalah sebahagian kaum penganggur yang mereka ciptakan
Namun
Sesalkan mana yang kau kausesalkan
Tapi jangan kau lewat putus asa
Dan kau rela dibikin korban
Pelacur-pelacur kota Jakarta
Berhentilah tersipu-sipu
Ketika kubaca di koran
Bagaimana badut-badut mengganyang kalian
Menuduh kalian sumber bencana negara
Aku jadi murka
Kalian adalah temanku
Ini tak bisa dibiarkan
Astaga
Mulut-mulut badut
Mulut-mulut yang latah bahkan seks mereka perpolitikkan
Saudari-saudariku
Membubarkan kalian
Tidak semudah membubarkan partai politik
Mereka harus beri kalian kerja
Mereka harus pulihkan drajat kalian
Mereka harus ikut memikul kesalahan
Saudari-saudariku. Bersatulah
Ambillah galah
Kibarkan kutang-kutangmu dihujungnya
Araklah keliling kota
Sebagai panji yang telah mereka nodai
Kinilah giliranmu menuntut
Katakanlah kepada mereka
Menganjurkan mengganyang pelacuran
Tanpa menganjurkan
Mengahwini para bekas pelacur
Adalah omong kosong
Pelacur-pelacur kota Jakarta
Saudari-saudariku
Jangan melulur keder pada lelaki
Dengan mudah
Kalian bisa telanjangi kaum palsu
Naikkan tarifmu dua kali
Dan mereka akan klabakan
Mogoklah satu bulan
Dan mereka akan puyeng
Lalu mereka akan berzina
Dengan isteri saudaranya.
 
(繼續閱讀...)
文章標籤

kamadevas 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣(50)

  • 個人分類:印尼詩人W.S. Rendra作品選譯
▲top
  • 11月 18 週一 201311:05
  • W.S. Rendra (1935-2009), "一封妻子寫給丈夫的信"


一封妻子寫給丈夫的信
--W.S. Rendra (1935-2009), 羅浩原 譯
浪跡在外的丈夫呀
今夜月色蒼白
灰色的樹枝
搖曳在蒼白月色中
我的心扉也如此灰白
因為我知道,我的丈夫呀
當耶誕節到來時
你仍無法回家
家中多麼乏味呀
沒了你香菸的味道
當雨聲沙沙時
我想起了你的低語聲
總在我倆臉頰廝磨之際
在我耳邊響起
枕套已經洗好
也已買了
你最愛抽的菸草
我還想像著
你坐在你的位子上
用棕櫚葉捲菸
就這樣任室外
天色漸老
然後來了一封你的信
只帶回了你的鄉愁
卻沒帶回你的人
我可是哭了一會兒,我的丈夫呀
但我有我的堅持
我的心要告別憂鬱
全心全意照你說的去做
你確是一隻雄鷹,好哥哥!
既堅毅又威嚴!
我必須放你飛翔
倦時再讓我羈絆
男人是棵大樹
女人則是其滋養
我們家寧靜如常:
我們平凡的天堂
我清除了雜草
擦淨了地板
我們的孩子們在上面玩著
他們勤於刷牙
並總在晚禱時
提到他們父親的名字
有一次托托問起了你
我撫弄他的頭髮對他說:
「爸爸還在外面飛,但他會回來的
他就像一隻大鳥,像隻老鷹!」
於是他說:
「爸爸是老鷹,那托托就是達科塔運輸機*!」
哎呀,他說要當飛行員的時候
口氣可真逗
又有一次帶著我們的孩子們
走過稻田的時候
西蒂她正忙著欣賞蝴蝶
我對兩個兒子說:
「等到爸爸回來那天
會買一大片稻田給我們!」
托托說:
「但我要飛!」
諾諾說:
「媽媽,到時候我會幫爸爸忙,對吧!」
啊,他們真可愛真逗趣!
他們的眼睛大大的
真像他爸爸
耶誕日當天我將祈禱
「親愛的聖嬰耶穌!
請讓我丈夫完成目標
早日回家
這樣每天下午
我就能為他沏茶
倘若他要抽煙
我會幫他點上」
你忠貞的妻子上
*此指別名達科塔(Dakota)的道格拉斯C-47軍用運輸機
Rendra, translated by Burton Raffel, Harry Aveling and Derwent May, Ballads and Blues: Poems, Kuala Lumpur: Oxford University Press, 1974, p.148-153.
Surat Seorang Isteri
--W.S. Rendra (1935-2009)
Suamiku yang merantau
Malam ini bulan pucat
Pohon-pohon kelabu
berayun, di atas khayalan pucat.
Dan betapa pula kelabu wajah hatiku
kerana aku tahu, suamiku
hari Natal yang bakal datang
kau tidak bisa pulang.
Betapa hambarnya rumah
tanpa bau rokokmu
dan bila hujan berdesar
kurindu mendengar bisikmu
yang biasa kudengar
bila pipi kita beradu.
Sarung bantalmu sudah kucuci
dan telah pula kubelikan
tembakau kesukaanmu.
Pun telah aku bayangkan
kau duduk di kursimu
menggulong rokok daun nipah
sementara di luar
hari bertambah tua.
Lalu datang suratmu
yang hanya membawa rindu
tapi bukan tubuhmu.
Aku menangis kecil, suamiku
Tapi aku aku tabah lakiku
kupalingkan hati dari segala pilu
dan akan turut segala perintahmu.
Engkau memang rajawali, abang!
Tabah dan mengagumkan!
Harus kulepas engkau terbang
bila penat mari kutimang
lelaki itu batang pohonan
dan perempuan adalah pupuknya.
Rumah kita tetap tenteram:
Sorga kita berdua yang sederhana.
Rumput-rumput kusiangi
dan lantai yang bersih
bermain anak-anak kita.
Mereka rajin menggosok gigi
dan selalu menyebut nama bapanya
di dalam doa malam mereka.
Sekali Toto bertany tentang kau
Kubelai rambutnya dan katakana padanya:
‘Bapa sedang terbang, tapi bakal pulang.
Ia seperti burung besar. Burung elang!’
Dan ia lalu berkata
‘Bapa burung elang dan Toto: Dakota!’
Wah, mulutnya sangat lucu
waktu berkata ingin jadi penerbang
Sekali kuajak anak-anak kita
jalan di pematang.
Sitti asyik mengagumi kupu-kupu
Sedang pada putera-putera kita
aku berkata:
‘Sekali waktu bapa dating
dan membeli sawah lebar untuk kita!’
Toto berkata:
‘Tapi aku akan terbang!’
Dan Nono bersuara:
‘Mama, aku bantu bapa, ya?’
Ah, mereka sangat lucu dan menyenangkan!
Mata mereka besar
Sebagai bapanya.
Di hari Natal aku akan berdoa
‘Jesus kecil yang manis!
Berilah lekas suamiku pulang
bila tujuannya telah terpegang.
Supaya tiap sore
bisa kuladeni teh yang panas
dan bila ia akan merokok
bisa kunyalakan api baginya.’
Isterimu yang setia.
A Wife’s Letter
--W.S. Rendra, translated by Harry Aveling
My wandering husband
Tonight the moon is pale
The trees grey
swaying over pale images.
And how grey my heart’s face is
For I know, my husband,
when Christmas comes
you cannot be home.
The house is insipid
without the smell of your cigarettes
and when the rain hisses
I long for your whisper
which I used to hear
as our cheeks brushed.
I washed your pillowcase
and bought
your favorite tobacco.
I also thought of
you sitting in your chair
rolling a cigarette of palm leaf
while outside
the day grows older.
Then your letter came
bringing sadness
but not your body.
I cried a little, my husband.
But I am determined
I turned my heart from sadness
and I will do all you have asked.
You are indeed an eagle my love!
Determined and admirable!
I must leave you free to fly
when you are tired, come back to my hand.
A man is a tall tree
woman his nurture.
Our house is still quiet:
our very ordinary heaven.
I clear away the weeds
and our children play
on the clean floor.
They clean their teeth
and always mention their father
in their evening prayers.
Once Toto asked about you.
I stroked his hair and said to him:
'Daddy is still flying but will come back soon.
He is like a big bird. Like an eagle!'
And then he said:
'Daddy is an eagle and I, I am a Dakota!'
Oh he shaped the words so funnily
when he said he wanted to be a pilot.
Once I took our children
walking in the rice-fields.
Sitti was busy admiring the butterflies
when I told
the boys
'One day daddy will come
and buy a big rice-field just for us!
Toto said:
'But I want to fly!'
And Nono said:
'Mummy, I'll help daddy won't I?'
Ah, they are really very funny and nice.
Their eyes are big
Like their father’s.
On Christmas day I will pray:
'Sweet tiny Jesus!
Give me my husband back quickly
when his goal is reached.
So each afternoon
I can serve him tea
and when he wants to smoke
light his cigarette for him.'
Your faithful wife.
(繼續閱讀...)
文章標籤

kamadevas 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣(38)

  • 個人分類:印尼詩人W.S. Rendra作品選譯
▲top
  • 9月 19 週四 201307:03
  • W.S. Rendra (1935-2009), "致M.G."

 
 
 
致M.G.
--W.S. Rendra (1935-2009), 羅浩原 譯
當妳進入我的生活時
我正憂愁著
當我進入妳的生活
妳就像一匹馬
狂野
需要原野
(而妳甚至記不清妳夫家的姓氏)
又何必問我們的摟抱是什麼意思﹖
當我握緊妳的乳房妳喘息著
憂愁伴著情慾而眠
已經生殖繁衍
妳的汗水濕了一床
我當時確實說過:
我看妳真像一條鰻魚
而這句話的意思是:
就算我摸透妳身體的每一道曲線
妳的靈魂還是會從我手中溜走
我抓住了妳
擺脫了妳的空虛
擺脫了紐約的酒精
擺脫了夢幻的霓虹燈
擺脫了妳如電梯般上上下下
令人精疲力盡的種種問題
我拉著妳
貼近我的童貞
貼近我對飢渴的厭憎感
貼近我的叛逆哲學
貼近我的疑慮
天啊,妳的金髮
真富異國風情
帶給我一種全新的熱情
像個惡棍
我逼妳接受了我
妳放棄抵抗
像一葉扁舟,妳載著我
涉渡因妳急促的呼吸
而躁動不安的大氣
妳的身體波濤起伏著
生活已活過來,正扭動舒展
時間在顫動的空間中顫動
當妳的唇發乾發白
妳的指甲深陷我的肩膀
我閉上雙眼
可我的生活與妳的生活
並未因此改變
各有各的一片天
各有各的難解之謎
一遍遍地襲來
(繼續閱讀...)
文章標籤

kamadevas 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣(19)

  • 個人分類:印尼詩人W.S. Rendra作品選譯
▲top
  • 4月 24 週三 201319:09
  • 寫給邦尼的藍調

rendra 2

  
Rendra (1935-2009) 
 
 
 
寫給邦尼的藍調
--Rendra (1935-2009)
波士頓市區顯得殘舊斑駁
皆因海風呼嘯空氣汙濁
又正值悲涼的深夜
小餐廳裡
一位年邁的黑人樂手
正彈著吉他唱著歌
沒什麼觀眾
只有七對男女
在昏暗中彼此欺哄與調情
吞吐著灰白的煙霧
真是些惹人厭的火爐
他唱著歌
聲音低沉
他這輩子娶了詞與曲
詞曲生出了千百種意義
喬治亞啊,遙遠的喬治亞啊
那裡處處有黑人的棚屋
家家屋頂都漏著水
遍地蚯蚓與糙皮症
他在歌中唱著遙遠的喬治亞
人們停止講話
小餐廳靜了下來
只剩風聲震動窗葉
喬治亞啊
緊閉上雙眼
這黑人向寂靜致敬
寂靜的回應
卻踹來準準一腳
恰恰踢到肝腸
為此他躁動顫抖
做出大猩猩似的舉動
駝背衰老的大猩猩
嗚咽著
手指一邊不斷怒撥著吉他
刮著、搔著
撕扯著他靈魂的紅腫搔癢
喬治亞啊
沒別的客人進來了
室外的氣氛低沉
風更加肅殺
而旅館中
只有冰冷的床在等著
很快的餐館老闆的臉色難看
因為這晚要賠錢了
黑人樂手抬起頭來
他的頸子僵直
他的眼珠乾澀血紅
朝天望去
而天
降下一張網
困住了他的身軀
如一尾黑魚
他在網中掙扎
輾轉翻騰
徒勞無功
怒氣沖沖
受盡屈辱
又能奈何
風吹打著波士頓廣場
在教堂塔樓間反復呼嘯
直到將夜晚撕成碎屑
黑人樂手跺著腳
在歌中咒罵著
白牙發出光澤
報復地獰笑
如長滿泥苔的巨石
他的臉骯髒、濕黏、陰暗
然後時間如洪水
衝擊著他疲憊的靈魂
當這一切正在進行
他忽感一陣強烈的痙攣
在他腿上發作
驚駭莫名
難以置信
他竟嚐到
生平第一次痛風
侵襲他的膝蓋
裝出神色自若
他默默承受著衝擊
慢慢停下動作
靜靜坐到椅上
像一只破罐子
一陣深呼吸後
他重新開始唱歌
喬治亞啊
他歌中唱著遙遠的喬治亞
他老婆還留在那兒
忠貞但憔悴
黑人孩童們在陰溝中玩耍
無力上學
長大了就只會醉酒和吹牛
欠債一堆
每到禮拜日
他們去專門給黑人的教堂
在那歌唱
因為在此世他們已無能為力
喬治亞啊
處處泥沾鞋
棚屋無戶牖
哀傷與天地
自始即並存
天堂與地獄
皆陳舊廢去
至於喬治亞嘛
是的,上帝
就算逃了這麼遠
喬治亞仍然追著他不放
Blues Untuk Bonnie
--Rendra
Kota Boston lusuh dan layu
kerna angin santer, udara jelek,
dan malam larut yang celaka.
Di dalam cafe itu
seorang penyanyi Negro tua
bergitar dan bernyanyi.
Hampir-hampir tanpa penonton.
Cuma tujuh pasang laki dan wanita
berdusta dan bercintaan di dalam gelap
mengepulkan asap rokok kelabu,
seperti tungku-tungku yang menjengkelkan.
Ia bernyanyi.
Suaranya dalam.
Lagu dan kata ia kawinkan
Lagu beranak seratus makna.
Georgia. Georgia yang jauh.
Di sana gubug-gubug kaum Negro.
Atap-atap yang bocor.
Cacing tanah dan pellagra.
Georgia yang jauh disebut dalam nyanyinya.
Orang-orang berhenti bicara.
Dalam cafe tak ada suara.
Kecuali angin menggetarkan kaca jendela.
Georgia.
Dengan mata terpejam
si Negro menegur sepi.
Dan sepi menjawab
dengan sebuah tendangan jitu
tepat di perutnya.
Maka dalam belingsatan
ia bertingkah bagai gorilla.
Gorilla tua yang bongkok
meraung-raung.
Sembari jari-jari galak di gitarnya
mencakar dan mencakar
menggaruki rasa gatal di sukmanya.
Georgia.
Tak ada lagi tamu baru.
Udara di luar jekut.
Anginnya tambah santer.
Dan di hotel
menunggu ranjang yang dingin.
Serenta dilihat muka majikan cafe jadi kecut
lantaran malam yang bangkrut
Negro itu menengadah.
Lehernya tegang.
Matanya kering dan merah
menatap ke surga.
Dan surga
melemparkan sebuah jala
yang menyergap tubuhnya.
Bagai ikan hitam
ia menggelepar dalam jala.
Jumpalitan
dan sia-sia.
Marah
terhina
dan sia-sia.
Angin bertalu-talu di alun-alun Boston.
Bersuit-suit di menara gereja-gereja.
Sehingga malam koyak moyak.
Si Negro menghentakkan kakinya.
Menyanyikan kutuk dan serapah.
Giginya putih berkilatan
meringis dalam dendam.
Bagai batu lumutan
wajahnya kotor, basah dan tua.
Maka waktu bagaikan air bah
melanda sukmanya yang lelah.
Sedang di tengah-tengah itu semua
ia rasa sentakan yang hebat
pada kakinya.
Kaget
hampir-hampir tak percaya
ia merasa
encok yang pertama
menyerang lututnya.
Menuruti adat pertunjukan
dengan kalem ia menahan kaget.
Pelan-pelan berhenti.
Pelan-pelan duduk di kursi.
Seperti guci retak
di toko tukang loak.
Baru setelah menarik napas panjang
ia kembali menyanyi.
Georgia.
Georgia yang jauh disebut dalam nyanyinya.
Istrinya masih di sana
Setia tapi merana
Anak-anak Negro bermain di selokan
tak kerasan sekolah.
Yang tua-tua jadi pemabuk dan pembual
banyak hutangnya.
Dan di hari minggu
mereka pergi ke gereja yang khusus untuk Negro
Di sana bernyanyi
terpesona pada harapan akherat
kerna di dunia mereka tak berdaya.
Georgia.
Lumpur yang lekat di sepatu.
Gubug-gubug yang kurang jendela.
Duka dan dunia
sama-sama telah tua.
Sorga dan neraka
keduanya usang pula.
Dan Georgia?
Ya, Tuhan
Setelah begitu jauh melarikan diri,
masih juga Georgia menguntitnya.
Blues for Bonnie
--Rendra
The town of Boston is shabby and wilted
because of the harsh wind, the foul air,
and the late unlucky night.
In the café
an old negro
plays his guitar and sings.
Almost without an audience.
Just seven couples
deceiving and loving in the dark
blowing grey cigarette smoke
like angry fireplaces.
He sings.
His voice is deep.
He marries songs and words
to bring forth a hundred meanings.
Georgia. Far away Georgia.
Negro huts
with leaky roofs.
Earthworms and malnutrition.
In his songs he talks of far away Georgia.
People stop talking.
No sound in the café
Except the wind shaking the window pane.
Georgia.
With eyes shut
The negro salutes loneliness
And loneliness answers
with a precise kick
right in the gut.
In his unease he behaves like a gorilla
An old bent gorilla
roaring.
While his fingers rage on his guitar
scratching and scratching
tearing at the itch in his soul.
Georgia.
No new customers.
The air outside is oppressive.
The wind is harsher.
And at the hotel
a cold bed waits.
Soon the owner’s face sours
at the bankrupt evening.
The negro quickly looks upwards.
His neck taut
His eyes dry and red
looking to heaven.
And heaven throws a net
to trap his body.
Like a black fish
he flounders in the net.
Tumbling and futile.
Angry
offended
and futile.
The wind is persistent on Boston Square
Whistling around the church-towers
until night hangs in shreds.
The negro stamps his foot
sings of curses and exorcism
His white teeth shine
grinning in his resentment
Like a mossy stone
his face is dirty, old and wet.
Time like a flood
strikes down his weak spirit.
And in the midst of this all
he feels a strong jerk
at his leg.
Surprised
almost not believing
he feels
the first twinges of rheumatism
attack his knee.
As one does
he forces off surprise with calm.
Slowly stops.
Slowly sits in a chair.
Like a cracked jar
in a secondhand shop.
Then after a long breath
he begins to sing again.
Georgia.
In his song he talks of far away Georgia.
His wife is still there.
Patient but suffering.
Negro children play in gutters
not feeling at home in school.
The old men become drunkards and braggarts
get into debt
and on Sundays
go to the church specially for negroes.
There they sing
spellbound by their hope of heaven.
In this life they are powerless.
Georgia.
Mud which sticks to the shoes.
Huts without windows.
Sadness and this world
both equally old.
Heaven and hell
both worn out too.
And Georgia?
Yes God.
Even after running so far from her
Georgia still comes running after him.
Rendra, translated by Burton Raffel, Harry Aveling and Derwent May, Ballads and Blues: Poems, Kuala Lumpur: Oxford University Press, 1974, p.192-199.
 
(繼續閱讀...)
文章標籤

kamadevas 發表在 痞客邦 留言(0) 人氣(14)

  • 個人分類:印尼詩人W.S. Rendra作品選譯
▲top
12»

最新文章

  • Sitor Situmorang (1924-2014), "流民"
  • Sitor Situmorang (1924-2014), "水手"
  • Sitor Situmorang (1924-2014), "致讀者"
  • Sitor Situmorang (1924-2014), "[提到的這名字,想要將之忘掉]"
  • Sitor Situmorang (1924-2014), "[在圓形玻璃杯中]"
  • Sitor Situmorang (1924-2014), "稻米"
  • Sitor Situmorang (1924-2014), "從夢與詩之情境所得出"
  • Sitor Situmorang (1924-2014), "來自山區的人民軍"
  • Sitor Situmorang (1924-2014), "失蹤的孩子"
  • Sitor Situmorang (1924-2014), "高原"

個人資訊

kamadevas
暱稱:
kamadevas
分類:
藝文情報
好友:
累積中
地區:

文章分類

  • 朋友 (0)
  • 俳句 (0)
  • 新詩 (13)
  • 散文 (15)
  • 評論 (17)
  • 荻原書 (8)
  • 科幻情詩 (0)
  • 白登之圍 (0)
  • 希臘神話 (0)
  • 震旦山水 (0)
  • 英美詩歌選譯 (52)
  • Sylvia Plath詩集《Ariel》 (0)
  • Sylvia Plath大學時代作品選譯 (0)
  • Sylvia Plath作品選譯 (12)
  • Emily Dickinson作品選譯 (5)
  • Edith Sitwell作品選譯 (6)
  • Stevie Smith作品選譯 (23)
  • Elizabeth Bishop作品選譯 (4)
  • Wang Ping作品選譯 (7)
  • Dorothy Parker作品選譯 (3)
  • 日本詩歌選譯 (4)
  • 緬甸詩歌選譯 (2)
  • 菲律賓現代詩選譯 (27)
  • 馬來西亞現代詩選譯 (12)
  • 印尼現代詩選譯 (50)
  • 印尼詩人Chairil Anwar作品選譯 (83)
  • 印尼詩人W.S. Rendra作品選譯 (17)
  • 印尼詩人Sitor Situmorang作品選譯 (58)
  • 印尼詩人Goenawan Mohamad作品選譯 (6)
  • 印尼詩人Afrizal Malna作品選譯 (5)
  • 印尼詩人Wiji Thukul作品選譯 (12)
  • 印尼詩人Asahan Alham作品選譯 (5)
  • 印尼流行歌曲選譯 (6)
  • 印尼筆記 (12)
  • 亞非拉筆記 (38)
  • 給學弟的讀詩筆記 (6)
  • 我也必須評論你們! (11)
  • 我需要你們的評論! (12)
  • Cabinet of Curiosities (0)
  • Taiwan Young Poets (0)
  • 未分類文章 (1)

最新留言

  • [23/07/06] 快樂腳 於文章「《文化的詮釋》[小書評]...」留言:
    在查找資料時 剛好看見你分享的這篇文章 ~ 真的蠻棒的! 感...
  • [22/09/10] pijat bayi sleman 於文章「講給蒂恩.塔梅拉聽的傳說故事/Tjeri...」留言:
    wow saya terkesima dengan vide...
  • [20/06/26] 食詩 於文章「消失的五四...」留言:
    猜是美意,諫言是忠臣。昨懷屈子舟 明朝換秦王或楚王 ...
  • [20/03/12] 訪客 於文章「消失的五四...」發表了一則私密留言
  • [19/09/01] 食詩人 於文章「朋友 (-2)...」留言:
    不太敢初閱即回覆,因缺乏勇氣,去面對如此孤獨的自我也墜谷 ...
  • [19/09/01] 食詩人 於文章「朋友 (13)...」留言:
    錯字兩朵雪花,修訂 益友 早慧 sorry''...
  • [19/09/01] 食詩人 於文章「朋友 (13)...」留言:
    朋友。無論價值如何都無法被停止 渴望讀見詩如友直卻友誠地 ...
  • [19/08/31] long 於文章「寫在又一個六四之前:也評張藝謀的「滿城盡...」留言:
    感觉先在的香港的处境和皇后非常相似,不是被专制皇权慢慢毒死,...
  • [18/12/27] jimmylin 於文章「欖仁樹...」留言:
    喜歡這篇文章~謝謝你~把欖仁樹寫的好生動!!!...
  • [18/08/26] 訪客 於文章「淺談馬來文傳統詩歌「班頓」(Pantun...」留言:
    老师,您的探讨很有趣,请问您选择还在继续研究班顿吗?...

參觀人氣

  • 本日人氣:
  • 累積人氣:

誰來我家

熱門文章

  • (5,044)給學弟的讀詩筆記(二):華次渥茲的〈亭潭寺〉
  • (3,943)給學弟的讀詩筆記(一):丁尼生之〈鷹〉
  • (481)石川啄木:《悲哀的玩具》十首[轉譯]
  • (338)南洋的烏龜與森林
  • (301)讀歐以冷詩稿《碎裂的道路》
  • (273)古埃及情歌:相遇情人於原野的愉悅之歌
  • (237)Emily Dickinson (1830-1886), "此固在意料之中也"
  • (100)讀林群盛《超時空時計資料節錄集》
  • (78)Emily Dickinson (1830-1886), "一道無可名狀的斜光"
  • (19)夜之聲/Suara Malam

文章精選

文章搜尋

動態訂閱

留言板