失蹤的孩子
[印尼] Sitor Situmorang (1924-2014 ),羅浩原 譯
正午的烈日中
湖面浮現了船的一小點遠影
母親焦急地奔向岸邊
去迎接她期盼已久的孩子
小船看起來如此真實
注視的眼睛滴下了淚水
從遠方歸來的孩子
最好能下船被母親擁抱
父親坐在屋子中央
漠然般地等待著
當孩子在憂慮的母親身旁
——男人應該克制自己的情緒——
孩子坐著被催促說說見聞
雞正宰著,飯正煮著
全村的人都在猜測
他已結婚生子了嗎?
失蹤的孩子如今回來了
沒人再認識他了
已經歷過多少次收成?
發生過什麼事?
全村人都在猜測?
他已有幾個孩子了?
失蹤的孩子沉默不語
他比較想要問問題
晚飯過後已是黃昏
母親走過來想獲得問候寒暄
孩子注視著發問的母親
想知道歐洲有多冷
孩子靜靜地回憶著,又遺忘著
他所在城市的季節裡的歐洲有多冷
母親靜靜地停止說話
沒有遺憾,只有喜悅
入夜後母親睡著了
父親早已鼾聲如雷
湖岸沙灘上的嘩嘩波浪
知道孩子並未回家
Si Anak Hilang
--Sitor Situmorang
Pada terik tengah hari
Titik perahu timbul di danau
Ibu cemas ke pantai berlari
Menyambut anak lama ditunggu.
Perahu titik menjadi nyata
Pandang berlinang air mata
Anak tiba dari rantau
Sebaik turun dipeluk ibu.
Bapak duduk di pusat rumah
Seakan tak acuh menanti
Anak di sisi ibu gundah
--Laki-laki layak menahan hati--
Anak duduk disuruh bercerita
Ayam disembelih nasi dimasak
Seluruh desa bertanya-tanya?
Sudah beristri sudah beranak?
Si anak hilang kini kembali
Tak seorang dikenalnya lagi
Berapa kali panen sudah
Apa saja telah terjadi?
Seluruh desa bertanya-tanya?
Sudah beranak sudah berapa?
Si anak hilang berdiam saja
Ia lebih hendak bertanya.
Selesai makan ketika senja
Ibu menghampiri ingin disapa
Anak memandang ibu bertanya
Ingin tahu dingin Eropa.
Anak diam mengenang lupa
Dingin Eropa musim kotanya
Ibu diam berhenti berkata
Tiada sesal hanya gembira.
Malam tiba ibu tertidur
Bapa sudah lama mendengkur
Di pantai pasir berdesir gelombang
Tahu si anak tiada pulang.
Sitor Situmorang, Sitor Situmorang: Kumpulan sajak, 1948-1979, Jakarta: Komunitas Bambu, 2006, pp.146-147.
[印尼] Sitor Situmorang (1924-2014 ),羅浩原 譯
正午的烈日中
湖面浮現了船的一小點遠影
母親焦急地奔向岸邊
去迎接她期盼已久的孩子
小船看起來如此真實
注視的眼睛滴下了淚水
從遠方歸來的孩子
最好能下船被母親擁抱
父親坐在屋子中央
漠然般地等待著
當孩子在憂慮的母親身旁
——男人應該克制自己的情緒——
孩子坐著被催促說說見聞
雞正宰著,飯正煮著
全村的人都在猜測
他已結婚生子了嗎?
失蹤的孩子如今回來了
沒人再認識他了
已經歷過多少次收成?
發生過什麼事?
全村人都在猜測?
他已有幾個孩子了?
失蹤的孩子沉默不語
他比較想要問問題
晚飯過後已是黃昏
母親走過來想獲得問候寒暄
孩子注視著發問的母親
想知道歐洲有多冷
孩子靜靜地回憶著,又遺忘著
他所在城市的季節裡的歐洲有多冷
母親靜靜地停止說話
沒有遺憾,只有喜悅
入夜後母親睡著了
父親早已鼾聲如雷
湖岸沙灘上的嘩嘩波浪
知道孩子並未回家
Si Anak Hilang
--Sitor Situmorang
Pada terik tengah hari
Titik perahu timbul di danau
Ibu cemas ke pantai berlari
Menyambut anak lama ditunggu.
Perahu titik menjadi nyata
Pandang berlinang air mata
Anak tiba dari rantau
Sebaik turun dipeluk ibu.
Bapak duduk di pusat rumah
Seakan tak acuh menanti
Anak di sisi ibu gundah
--Laki-laki layak menahan hati--
Anak duduk disuruh bercerita
Ayam disembelih nasi dimasak
Seluruh desa bertanya-tanya?
Sudah beristri sudah beranak?
Si anak hilang kini kembali
Tak seorang dikenalnya lagi
Berapa kali panen sudah
Apa saja telah terjadi?
Seluruh desa bertanya-tanya?
Sudah beranak sudah berapa?
Si anak hilang berdiam saja
Ia lebih hendak bertanya.
Selesai makan ketika senja
Ibu menghampiri ingin disapa
Anak memandang ibu bertanya
Ingin tahu dingin Eropa.
Anak diam mengenang lupa
Dingin Eropa musim kotanya
Ibu diam berhenti berkata
Tiada sesal hanya gembira.
Malam tiba ibu tertidur
Bapa sudah lama mendengkur
Di pantai pasir berdesir gelombang
Tahu si anak tiada pulang.
Sitor Situmorang, Sitor Situmorang: Kumpulan sajak, 1948-1979, Jakarta: Komunitas Bambu, 2006, pp.146-147.

