倫巴揚
[印尼] Sitor Situmorang (1924-2014 ),羅浩原 譯
倫巴揚是米納哈薩人[1]
生於哥打拉賈[2],在安巴拉瓦[3]長大
倫巴揚是軍人子弟
他現在23歲了
倫巴揚放棄了當軍人
他想回到米納哈薩
返回故鄉!他從未去過那邊
只待過蘇門答臘和爪哇
於是他離開安巴拉瓦,前往米納哈薩
他口袋揣著一個月的工資,心中充滿悲傷
因為他失去了某件事物,在尋找著
人們說他的愛人跑去了通達諾[4]
從三寶壟出發,乘船一週
朝向遠方的萬鴉佬城[5]
遙遠的島嶼被他拋在身後
那些他曾打過仗,並拋下朋友們的地方
手提箱裝著禮物,他吹著口哨「Ole Sio」(思鄉曲)[6]
抵達萬鴉佬後,他搭巴士去通達諾
「Ole Sio,已經尋找了很久
Ole Sio,將一直尋找,至死方休」
「不」,人們說,不認識那獨自唱歌
引人注意的倫巴揚
在通達諾,人們不知他的愛人在何處
倫巴揚悲傷地整天唱歌
一路尋找到托莫洪[7]也找不到
「Ole Sio,我的愛人被人帶走了」
倫巴揚在米納哈薩地區流浪
沒人知道他的愛人在何處
回到了故鄉,他只看到一座教堂
還有一位老教師,依然記得他的父母
倫巴揚攀登高山,環繞湖泊
無物可尋,無處可去
倫巴揚一直歌唱,說著瘋話
倫巴揚笑著,知道自己在編造故事
「Ole Sio,我已流浪到遠方」
倫巴揚繼續歌唱,夾雜著抱怨
倫巴揚想回故鄉,想重返戰場
他堅硬的心被十把利劍刺穿
「Ole Sio,我真是被女人欺負了」
他堅硬的心已下定決心
到了晚上,當人們載歌載舞
月亮也加入歌唱時,傳來一聲駭人尖叫
「死了」,人們說,不知道倫巴揚
已經在月亮中多久了
[1] 米納哈薩人(Minahasan)是分布在印尼蘇拉威西島(Sulawesi)北部的一個族群,以信仰基督教為主。
[2] 哥打拉賈(Kotaraja)是亞齊蘇丹國的舊都,意為「王城」,現在是亞齊特別行政區的首府班達亞齊(Banda Aceh)的一個區。
[3] 安巴拉瓦(Ambarawa)是中爪哇三寶壟縣(Semarang)的一個市鎮。
[4] 通達諾(Tondano)是北蘇拉威西米納哈薩縣的縣治所在。
[5] 萬鴉佬(Menado)是北蘇拉威西最大的港口城市。
[6]「Ole Sio」(思鄉曲)的源自摩鹿加群島的知名印尼民謠,帶有濃厚的懷舊與抒情風格,表達出對家鄉、親人或愛人的深切思念與悲傷之情。
[7] 托莫洪(Tomohon)位於北蘇拉威西,以涼爽的高原氣候、火山景觀和溫泉聞名。
Rumbayan
--Sitor Situmorang
Rumbayan adalah anak Minahasa
Lahir di Kotaraja besar di Ambarawa
Rumbayan bekas anak tentara
Dan umur dua puluh tiga
Rumbayan berhenti jadi tentara
Hatinya tergerak pulang ke Minahasa
Pulang! la tak pernah ke sana
Hanya di Sumatra dan keliling Jawa
Tapi ia ke Minahasa tinggalkan Ambarawa
Di kantongnya gaji sebulan, di hatinya duka
Sebab ada yang hilang, ada yang dicari
Kata orang kekasihnya ke Tondano telah pergi
Dari Semarang naik kapal satu minggu
Jauh kota Menado yang dituju
Jauh pulau yang ditinggalkan
Tempat ia pernah perang dan tinggalkan kawan-kawan
Di kopor ada bingkisan dan ia bersiul "Ole Sio"
Setiba di Menado ia ambil bus ke Tondano
"Ole Sio, beta telah lama mencari
Ole Sio, beta 'kan mencari sampai mati"
"Salah" kata orang. Tak tahu Rumbayan
tarik lagu sendiri.
Di Tondano orang tak tahu kekasihnya di mana
Rumbayan sedih dan menyanyi sepanjang hari
Dicari ke Tomohon di sana pun tak ada
"Ole Sio, kekasihku dibawa orang lari"
Rumbayan mengembara di daerah Minahasa
Tak ada yang tahu kekasihnya di mana
Pulang ke kampung asal, ia hanya lihat gereja
Dan seorang guru tua yang masih kenal orang tuanya
Rumbayan naik gunung, mengedari danau
Tak ada yang dicari, tak ada yang dituju
Rumbayan terus menyanyi, kata orang gila,
Rumbayan tersenyum tahu diri mengadaada
"Ole Sio, beta merantau sudah jauh"
Rumbayan menyanyi terus, diselingseling keluh
Rumbayan ingin pulang dan ingin lagi perang
Hatinya yang keras ditusuk sepuluh pedang
"Ole Sio, beta sungguh dirundung perempuan"
Hatinya yang keras telah mengambil keputusan
Dan ketika malammalam, sedang orang menari,
bulan ikut menyanyi, terdengarlah teriak ngeri
"Mati" kata orang. Tak tahu Rumbayan
sudah lama di bulan
Sitor Situmorang, Sitor Situmorang: Kumpulan sajak, 1948-1979, Jakarta: Komunitas Bambu, 2006, pp.170-171.